Bisnis Online Shop untuk Fashion

Kompas.com - 19/03/2010, 15:33 WIB
Editordin

KOMPAS.com - Bila Anda tergolong aktif sebagai blogger, Anda tentu sering menemukan blog yang dijadikan online store untuk produk-produk fashion. Salah satunya adalah mygaragestore.blogspot.com. Tahun 2008, blog milik Galuh Agustia Sitompul (25) ini terpilih menjadi Best Service Online Shop dari Indonesia Online Shop (komunitas pemilih online shop). Ia mengalahkan sekitar 800 anggota IOS yang lain.

Prestasi ini boleh dibilang cukup baik, mengingat Galuh baru memulai bisnis online shop setahun sebelumnya. Ketika baru memasang jaringan internet di rumahnya, tahun 2007, Galuh hanya memakai internetnya sebatas untuk mengakses Multiply dan Friendster saja. Setelah "menguasai" situs blog dan jejaring sosial ini, Galuh baru terpikir untuk berbisnis melalui blog.

"Kebetulan waktu itu penjualan online asal Indonesia masih jarang. Kalau pun ada, harga produknya pasti mahal banget," ujar perempuan asal Bandung ini.

Barang pertama yang dijualnya adalah sepatu. Sejak dulu Galuh memang suka membuat sepatu sendiri. Bahkan blog pertama yang dibuatnya tahun 2007 itu diberi nama Shoe Maniac. Namun konsep bisnisnya saat itu masih mengikuti tren yang berlaku. Sementara Galuh sendiri lebih menyukai segala sesuatu yang bergaya vintage, dari pakaian, sepatu, hingga tas.

Untuk merealisasikan idealismenya, September 2007 ia mendesain online shop baru dengan nama Garage Store di jejaring blog Multiply. Belakangan ia mengganti domain-nya menjadi www.mygaragestore.blogspot.com. Supaya bisa fokus di blog ini, ia menutup blog Shoe Maniac-nya.

Seperti para pebisnis pemula lain, awalnya Galuh hanya menjual barang-barang tersebut pada teman-temannya sendiri. Kekuatan media online lah yang membuat pembeli produk Garage Store makin meluas. Pelanggannya yang paling banyak justru berasal dari luar Bandung, seperti Purwokerto, Solo, Batam, Jogja, Balikpapan, dan Aceh. Sayang, ia belum mampu melayani  pesanan dari Papua.

"Ongkos kirim barangnya mahal sekali. Rp 100.000 per kilonya," kilah lulusan jurusan jurnalistik Universitas Padjadjaran, Bandung ini.

Galuh cukup paham mengenali karakter pelanggannya. Menurutnya, pembeli dari luar kota cenderung membeli dalam jumlah besar, sedangkan pembeli dari Jakarta biasa membeli per item, itu pun dengan sesi tawar-menawar lebih dulu.

Hunting di Gede Bage
Sebagai pelaku bisnis di bidang fashion, Galuh tentunya harus rajin mencari barang baru. Lucunya, ia malah sering hunting barang di pasar second hand Gede Bage, Bandung. Di sini Galuh bisa menemukan banyak barang vintage. Namun barang-barang ini tidak dijualnya di online shop-nya. Ia membeli hanya untuk meniru polanya, lalu dibawanya ke tukang jahit untuk dibuatkan yang baru.

"Aku tuh paling enggak bisa menggambar, apalagi bikin pola. Untungnya aku punya tukang jahit dan sepatu yang sangat mengerti apa yang kupikirkan. Tapi kalau untuk urusan bahan, corak, dan warna, aku yang menentukan," ungkap mantan atlet hoki yang mewakili tim Jawa Barat untuk PON 2008 ini.

Galuh tidak memproduksi produknya secara massal. Setiap model biasanya hanya diproduksi sekitar 1 seri untuk sepatu, dan 10 buah untuk pakaian. Ia jarang sekali me-restock barang. Bila stok barang sudah habis, ia memilih membuat model yang baru. Ia baru memproduksi ulang ketika ada permintaan yang cukup tinggi atas sesuatu barang.

Dalam sebulan, Galuh mengaku umumnya terjadi sekitar 200 transaksi pembelian di tokonya. "Kalau dihitung-hitung, setiap bulan aku bisa dapat untung bersih sekitar Rp 3 juta, sedang kalau hari raya sekitar Rp 5 juta," ujarnya.

(Ester Sondang/Tabloid NOVA)

 

 

 

 

 



Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Siap Antre, Yeezy Citrin Dirilis Besok

Siap Antre, Yeezy Citrin Dirilis Besok

Look Good
Gaya Brad Pitt dengan Arloji Breitling Seharga Rp 104 Juta

Gaya Brad Pitt dengan Arloji Breitling Seharga Rp 104 Juta

Look Good
Mencari Kesetaran Hak Bagi Anak Perempuan di Indonesia

Mencari Kesetaran Hak Bagi Anak Perempuan di Indonesia

Feel Good
Indonesia Dipercaya Lagi Jadi Tuan Rumah World Flower Council Summit

Indonesia Dipercaya Lagi Jadi Tuan Rumah World Flower Council Summit

Look Good
Permintaan Merek Dagang Tanda Kutip Off-White Ditolak

Permintaan Merek Dagang Tanda Kutip Off-White Ditolak

Look Good
Ibu Hamil Bisa Lebih Santai Berkat Dukungan Suami

Ibu Hamil Bisa Lebih Santai Berkat Dukungan Suami

Feel Good
Tampil Gaya dengan Aksesoris Tas Pria

Tampil Gaya dengan Aksesoris Tas Pria

Look Good
Gagahnya Seikosha Tensoku, Arloji Pilot Jepang di Perang Dunia II

Gagahnya Seikosha Tensoku, Arloji Pilot Jepang di Perang Dunia II

Look Good
Dukungan Bekraf untuk Pendatang Baru Modest Fashion

Dukungan Bekraf untuk Pendatang Baru Modest Fashion

Look Good
Menuju Final Kompetisi Hairdresser Indonesia

Menuju Final Kompetisi Hairdresser Indonesia

Look Good
Menjaga Kulit Sehat dan Cerah Saat Usia Bertambah

Menjaga Kulit Sehat dan Cerah Saat Usia Bertambah

Look Good
Mencegah Komplikasi akibat Kehamilan Beresiko Tinggi

Mencegah Komplikasi akibat Kehamilan Beresiko Tinggi

Feel Good
Tantangan Membesarkan Anak Generasi Alpha

Tantangan Membesarkan Anak Generasi Alpha

Feel Good
Ada Pocong di Jaket Adidas

Ada Pocong di Jaket Adidas

Look Good
6 Langkah demi Kualitas dan Kuantitas Sperma yang Sehat

6 Langkah demi Kualitas dan Kuantitas Sperma yang Sehat

Feel Good
komentar di artikel lainnya
Close Ads X