"Laskar Pelangi" Diciptakan di Makassar - Kompas.com

"Laskar Pelangi" Diciptakan di Makassar

Kompas.com - 28/05/2010, 01:39 WIB

MAKASSAR, KOMPAS.com--Lirik utama lagu berjudul "Laskar Pelangi" yang dipopulerkan grup musik Nidji dan berhasil menyabet banyak penghargaan di ajang musik dan film nasional diciptakan di Makassar.

"Bagian `reff` lagu Laskar Pelangi dibuat saat kita berada di Makassar," ujar vokalis grup musik Nidji, Giring di Makassar, Kamis, menjelang penampilannya dini hari nanti.

Makassar, lanjutnya, telah memberikan banyak kenangan manis kepada mereka. Khusus untuk penggemarnya di kota ini mereka telah menyiapkan aksi terbaru untuk penampilannya di kafe D`liquid.

"Kami juga akan menampilkan lagu-lagu terbaru dari album kami karena sejak diluncurkan kami belum pernah membawakannya di Makassar," katanya.

Giring yang sempat menyanyikan bagian utama dari lirik lagu "Sang Mantan" single pertama dari album terakhirnya ini mengaku sedikit kelelahan karena jadwal manggung yang padat ditambah dengan kesibukan barunya sebagai pemain film berjudul Sang Pencerah yang disutradarai Hanung Bramantyo.

Karena kelelahan, jumpa pers yang digelar molor dua jam dari waktu yang direncanakan. "Saya mohon maaf karena keterlambatan karena saya sangat kelelahan," ujar Giring pada awal jumpa pers. Permohonan maaf juga disampaikan oleh Manager Entertainment kafe D`liquid Andi Rio Pakki saat membuka acara.

Terkait kabar tentang Nidji sebagai salah satu band termahal di Indonesia, mereka tidak ingin menanggapinya karena persoalan tersebut dianggap bukan kapasitas mereka.

"Bukan kapasitas kami menjawab itu lebih baik manajemen yang menjawabnya. Tapi kami tidak seperti itu kami masih rata-rata saja masih ada grup musik yang lebih mahal," jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, grup musik pemilik tembang "Dosakah Aku" ini juga memberikan tanggapannya pada kondisi industri musik Indonesia yang semakin instan.

"Semuanya berawal dari pembajakan dan pengunduhan ilegal sehingga industri musik lebih mengarah kepada sesuatu yang gampang-gampang saja," jelas Giring.

Mereka yang mengaku sangat mencintai musik ini mengaku karya-karya indah yang dihasilkannya merupakan gambaran dari kehidupan sehari-hari masing-masing personilnya.

"Kita tidak sejenius Ahmad Dani yang begitu mendapat inspirasi bisa langsung mencipta. Lagu-lagu kita tercipta dari apa yang terjadi di hidup kita, harus ada momen dulu baru menciptakan lagu," jelas Giring.


Editorjodhi
Close Ads X