Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Jajanan Tidak Sehat di Sekitar Anak

Kompas.com - 02/06/2010, 06:16 WIB
EditorLusia Kus Anna

JAKARTA, KOMPAS.com — Makanan yang tidak terjamin keamanannya beredar di sekitar sekolah. Makanan itu tidak beregistrasi dinas kesehatan atau Badan Pengawas Obat dan Makanan, tidak ada tanggal produksi, daftar bahan, dan tanggal kedaluwarsa.

Hadi, misalnya, Selasa (1/6/2010), menjual sekitar 10 bungkus berbagai nugget, sosis, dan bakso ikan di beberapa SD negeri di kawasan Palmerah, Jakarta. Anak memilih jenis makanan dan digoreng saat itu juga.

Produk bakso ikan yang dijual tidak ada tanda registrasi BPOM, dinas kesehatan, daftar bahan, tanggal produksi, dan tanggal kedaluwarsa.

Dudung, pedagang lain, menjual gorengan bakso dari tepung sagu buatan sendiri. Ia menyajikan makanan itu dengan taburan penyedap rasa dan bubuk cabai.

Makanan-makanan itu dijual Rp 500-Rp 1.000. Hadi dan Dudung memilih sekolah yang anak bebas keluar masuk kawasan sekolah. "Kalau sekolah melarang anak keluar gerbang dan dijaga satpam, biasanya tidak laku," ujar Dudung.

Hasil pencuplikan BPOM pada Januari sampai April 2010 di 128 sekolah dasar di Jakarta menunjukkan sekitar 21 persen mengandung bahan berbahaya (Kompas, 31 Mei 2010).

Wakil Ketua Komisi IX DPR sekaligus Ketua III (bidang penyuluhan dan pendidikan) Yayasan Kanker Indonesia, dr Sumarjati Arjoso, SKM, mengatakan, keluarga, sekolah, pemerintah, dan unsur masyarakat lainnya harus terlibat mengatasi persoalan itu. Edukasi kepada murid, guru, dan penyelenggara sekolah perlu digiatkan.

Makanan yang tidak terjamin keamanannya rawan mengandung bahan berbahaya. Zat tidak sesuai ketentuan kesehatan, seperti pewarna tekstil, formalin, dan boraks, dapat merusak hati dan ginjal. Minyak goreng bekas juga berkolesterol tinggi dan memicu obesitas. Dalam jangka pendek, makanan yang tidak bersih mengakibatkan cacingan dan tifus. (INE)

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.