Larantuka, Kota Maria

Kompas.com - 03/06/2010, 15:55 WIB
Editoradmin

Oleh Samuel Oktora dan Kornelis Kewa Ama

Jumat (2/4), hari masih pagi. Namun, umat Katolik di Larantuka, Nusa Tenggara Timur, dan sekitarnya sudah datang berbondongbondong ke Kapela Tuan Ma dan Tuan Ana untuk mencium patung Tuan Ma (Bunda Maria) dan Tuan Ana (Yesus Kristus). Siang harinya, umat juga berbondong-bondong mengantar Tuan Tido (patung Yesus wafat disalib) melalui laut dari Kapela Tuan Meninu ke Pantai Kuce di Pohon Sirih dalam prosesi Semana Santa.

Jumat siang, sekitar pukul 14.00 Wita, umat mengantar Tuan Ma dan Tuan Ana ke Gereja Katedral, dilanjutkan dengan misa wafatnya Isa Almasih, pukul 15.00. Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro hadir dalam misa tersebut. Malam hari sekitar pukul 20.15, puluhan ribu umat dalam suasana hening dan khusyuk dihiasi cahaya lilin yang menerangi gelap malam berjalan mengelilingi kota. Arak-arakan dimulai dari Gereja Katedral, berkeliling, lalu kembali ke Gereja Katedral dan berakhir dini hari.

Malam itu umat beriringan di belakang sebuah peti yang berisi patung jenazah Yesus, disusul patung Tuan Ma, dilengkapi sejumlah salib dan patung-patung yang semuanya peninggalan Portugis sekitar lima abad lalu. Bagi orang Nagi, julukan orang Larantuka, Semana Santa merupakan hari yang penuh rahmat (hari bae). Peziarah dari luar Nusa Tenggara Timur (NTT), bahkan luar negeri, juga berdatangan ke Larantuka untuk mengikuti devosi Bunda Maria ini. Apalagi tahun ini bertepatan dengan perayaan lima abad Tuan Ma.

Kepercayaan terhadap Tuan Ma berawal lima abad silam. Berdasarkan penelitian dan sejumlah sumber tertulis dalam bahasa Belanda dan Portugis, patung Tuan Ma ditemukan sekitar tahun 1510 di Pantai Larantuka. Diduga, patung itu terdampar saat kapal Portugis atau Spanyol karam di Larantuka.

Konon, saat itu seorang anak laki-laki bernama Resiona menemukan patung berwujud perempuan saat mencari siput di Pantai Larantuka. Resiona mengaku, kala itu dia melihat perempuan cantik dan, ketika ditanya nama serta dari mana datangnya, perempuan tersebut hanya menunduk lalumenulis tiga kata yang tak dipahami Resiona di pasir pantai. Setelah itu, ketika mengangkat mukanya, rupa wanita itu berubah menjadi patung kayu. Ketiga kata yang ditulis itu lalu dibuatkan pagar batu agar tidak terhapus air laut, sedangkan patung setinggi tiga meter tersebut langsung diarak keliling kampung, memasuki korke, rumah-rumah pemujaan milik setiap suku di sana.

Kendati waktu itu masyarakat setempat belum mengenal patung tersebut, kepala kampung Lewonama, Larantuka, memerintahkan agar patung disimpan di korke. Patung kemudian dihormati sebagai benda keramat. Penduduk memberisesaji setiap perayaan panen. Masyarakat sekitar Larantuka menyebut patung itu sebagai Tuan Ma.

Secara harfiah, Tuan Ma berarti tuan dan mama. Masyarakat Lamaholot menyebutnya, Rera Wulan Tanah Ekan, Dewa Langit dan Dewi Bumi. Menurut Raja Larantuka Don Andreas Martinho DVG, sekitar tahun 1510 itu masyarakat Larantuka sudah melakukan devosi kepada Tuan Ma setiap Februari, sebagai syukur atas hasil panen dan tangkapan dari laut. Devosi merupakan kegiatan di luar liturgi gereja, praktik-praktik rohani yang merupakan ekspresi konkret keinginan melayani dan menyembah Tuhan melalui obyek-obyek tertentu.

Ketika padri dari Ordo Dominikan datang ke kampung itu lalu diminta membaca tiga kata yang "diabadikan" itu, terbaca: Reinha Rosario Maria. Ketika melihat patungnya, padri itu terharu dan berkata bahwa itulah Reinha Rosari yang dikenal juga sebagai patung Mater Dolorosa atau Bunda Kedukaan atau Mater Misericordia.

Sekitar tahun 1561, penyebaran agama Katolik oleh Portugis dimulai di Pulau Solor, yang kemudian dikenal misi Solor dengan menetapnya tiga misionaris, yaitu Pater Antonio da Cruz OP, Simao das Chagas OP, dan Bruder Alexio OP, di sana. Tahun 1617, misionaris Portugis Pastor Manuel de Kagas berhasil memberi masukan pemahaman kepada raja-raja Larantuka. Dia menjelaskan, "Tuan Ma yang disembah itu sebenarnya bernama Bunda Maria. Dia yang memiliki putra yang disebut Yesus Kristus. Yesus ini sebagai penebus dosa dan pembawa keselamatan". Sejak itulah orang
Larantuka yakin apa yang mereka sembah selama itu ternyata diakui secara universal.

Tahun 1650, Raja I Larantuka Ola Adobala dibaptis dan menyerahkan Kerajaan Larantuka kepada Bunda Maria. Setelah itu, putranya, Raja Don Gaspar I, pada 1665 mulai mengarak patung Maria keliling Larantuka. Dalam perkembangannya, Raja Don Lorenzo I bersumpah kepada Maria atau Tuan Ma dengan memberi gelar tertinggi kepada Maria sebagai raja orang Larantuka.

Oleh karena itu, Larantuka disebut sebagai Kota Reinha (bahasa Portugis) atau Kota Ratu, Kota Maria. Tuan Ma kemudian diyakini sebagai Bunda Maria milik orang Larantuka.



Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cuaca Panas, Waspada Dehidrasi dan Heat Stroke

Cuaca Panas, Waspada Dehidrasi dan Heat Stroke

Feel Good
Delapan Trik Berbusana Lebih Nyaman Saat Cuaca Panas

Delapan Trik Berbusana Lebih Nyaman Saat Cuaca Panas

Look Good
Kate Middleton, Cantik dalam Balutan Gaun 'Bunga' Biru Pucat

Kate Middleton, Cantik dalam Balutan Gaun "Bunga" Biru Pucat

Look Good
Pola Hidup Sehat Negeri Matador Bikin Keuangan Anda Enggak Tekor

Pola Hidup Sehat Negeri Matador Bikin Keuangan Anda Enggak Tekor

BrandzView
Melihat Tren Mode 2020 di Jakarta Fashion Week

Melihat Tren Mode 2020 di Jakarta Fashion Week

Look Good
Perbesar Peluang Promosi Jabatan dengan 4 Tips Ini

Perbesar Peluang Promosi Jabatan dengan 4 Tips Ini

Feel Good
Suhu Panas Melanda, Jaga Tubuh Tetap Sehat

Suhu Panas Melanda, Jaga Tubuh Tetap Sehat

Feel Good
Trik Mengusir Godaan Kantuk dan Lesu di Siang Hari

Trik Mengusir Godaan Kantuk dan Lesu di Siang Hari

Feel Good
Makanan yang Jadi Sumber Kolagen Alami

Makanan yang Jadi Sumber Kolagen Alami

Eat Good
Promosi Gaya Hidup Sehat Ala Michelle Obama

Promosi Gaya Hidup Sehat Ala Michelle Obama

Feel Good
Ini Akibatnya Jika Hanya Sikat Gigi Sekali Sehari

Ini Akibatnya Jika Hanya Sikat Gigi Sekali Sehari

Feel Good
Bahayanya Minum Obat Kedaluwarsa

Bahayanya Minum Obat Kedaluwarsa

Feel Good
Gaji Turun? Hati-hati, Bisa Sebabkan Penurunan Kinerja Otak

Gaji Turun? Hati-hati, Bisa Sebabkan Penurunan Kinerja Otak

Feel Good
Kolaborasi Levi's X Star Wars, Seperti Apa?

Kolaborasi Levi's X Star Wars, Seperti Apa?

Look Good
Hai Pria, Kenali Dulu dan Jangan Minum Sembarang Obat Kuat

Hai Pria, Kenali Dulu dan Jangan Minum Sembarang Obat Kuat

Eat Good
komentar di artikel lainnya
Close Ads X