Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Gaya Penampilan Wanita yang Disukai Pria

Kompas.com, 4 Juni 2010, 21:31 WIB

KOMPAS.com - Tampil cantik di mata prianya adalah keinginan setiap wanita. Dipuji oleh si pujaan hati pasti menjadi hal yang dinanti setiap wanita. Konon, kebanyakan pria lebih menyukai wanita yang menggunakan riasan dan penampilan bergaya alami. Gaya penampilan apa yang disukai pria dan bagaimana mencapainya?

1. Cukup tipis-tipis
Pria tak selalu bisa mengapresiasi cara pengaplikasian make up seperti wanita. Kebanyakan pria hanya ingin melihat wajah cantik Anda. Sementara riasan smoky eye dan bibir yang merah menyala bisa menghalanginya untuk melihat kecantikan alami Anda. Cara untuk membuat penampilan Anda di bawah riasan tipis terlihat cantik adalah dengan memastikan kulit Anda terawat dan menonjolkan kelebihan pada salah satu sisi paras Anda. Setelah memastikan kulit Anda bersih, oleskan primer (alas bedak) yang bagus untuk melapisi dan melindungi kulit wajah Anda. Untuk musim panas, aplikasikan foundation yang bebas minyak hanya pada lokasi yang dibutuhkan, misal, pada titik-titik yang ada noda kehitaman hanya untuk memastikan kulit Anda terlihat cantik alami.

2. Rambut bergelombang alami
Rambut ala wanita-wanita peselancar terlihat bergelombang alami dan tidak terlalu repot penataannya, namun tetap terlihat seksi. Gaya rambut yang tertata agak "liar" tapi tetap cantik, seperti gelombang lembut dan terasa halus, juga wangi akan membuat pria tak tahan untuk bisa mengelusnya. Jika Anda memiliki rambut yang bergelombang alami, berekspresilah ala wanita-wanita peselancar. Hanya, pastikan tak ada rambut-rambut yang mencuat keluar. Anda yang memiliki rambut lurus juga bisa melakukan hal ini dengan keramas di malam hari, lalu, dalam keadaan setengah kering, oleskan gel khusus untuk membuat rambut keriting terlihat makin bagus dari akar hingga ujung rambut. Kemudian, mulailah mengepang rambut, tapi jangan terlalu erat. Lalu buka di pagi hari. Cara lain, Anda bisa memilin rambut per seksi, lalu dijepit, kemudian buka di pagi harinya.

3. Pipi yang merona
Pipi yang bersemu merah membuat seseorang terlihat muda dan bergairah. Untuk membuat kesan pipi yang merona alami, coba gunakan pemulas pipi cair atau krim ketimbang yang terbuat dari bubuk, karena bisa membuat kulit kering. Warna terbaik untuk Anda seharusnya yang menyerupai warna pipi Anda ketika sedang bersemu usai berolahraga. Cara lain yang bisa Anda lakukan adalah dengan mencubit perlahan pipi Anda, lalu pilih warna pemulas pipi yang menyerupai warna tersebut. Cara pengaplikasiannya adalah dengan memulai pengaplikasikannya di bagian tulang pipi paling tinggi ke arah bagian atas telinga Anda.

4. Bibir "nude"

Warna bibir "nude" terkesan lembut dan nyaman dicium. Tak heran pria lebih memilih melihat bibir pasangannya tanpa banyak lapisan lipstik dan gloss. Langkah pertama untuk bibir alami terlihat menarik adalah untuk menjaga bibir tetap sehat. Mulailah kebiasaan rutin untuk melakukan scrub bibir setidaknya seminggu sekali untuk mengangkat kulit mati yang menumpuk pada bibir. Di malam hari, Anda bisa gunakan sikat gigi yang sikatnya lembut untuk mengangkat kulit mati, lalu lapisi dengan lip balm yang melembapkan sebelum tidur. Lalu, untuk membuat bibir Anda terlihat lebih cantik, berikan lapisan lipgloss di bagian tengah bibir untuk siang hari. Namun, jika warna bibir Anda terlalu dekat dengan warna kulit Anda, oleskan lipstik yang satu tingkah lebih tua dari warna bibir Anda, lalu lapisi dengan lipgloss tipis.

Tapi, ada pula yang akan mengatakan, bahwa pria akan suka dandanan wanita yang terlihat percaya diri mengenakan apa pun yang ia kenakan. Bagaimana menurut Anda?

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Kolom ini tidak boleh kosong.
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau