9 Perilaku Pasangan yang Tak Sehat

Kompas.com - 15/07/2010, 19:30 WIB
EditorDini

KOMPAS.com - Menjalin hubungan berpasangan yang sehat dan nyaman tak selamanya mudah. Seringkali pasangan berkonflik karena perilakunya yang tak menyenangkan. Kenali perilaku pasangan yang tak sehat, cari solusinya, atau cobalah menghindari perilaku yang membuat hubungan tak sehat.

1. Terlalu kritis
Kritik yang membangun berdampak positif bagi orang lain, namun belum tentu berlaku bagi pasangan. Bersikap terlalu kritis atau kritik pedas kepada pasangan hanya akan membuat si dia merasa tak nyaman. Jadi sebaiknya, berkomentarlah saat pasangan memang memintanya. Berbaik hatilah kepada pasangan dengan lebih sering memberikan pujian daripada kritikan tajam.

2. Karier segalanya
Pekerjaan dan karier memang penting bagi setiap orang. Bahkan pasangan juga turut berbangga dengan kesuksesan Anda. Namun tak berarti pekerjaan mengalahkan waktu dan perhatian untuk membangun hubungan. Terlalu sering menghabiskan waktu di kantor dan pulang larut, lama-kelamaan akan berpengaruh buruk pada hubungan berpasangan. Apalagi jika Anda atau pasangan sudah terlalu sering membatalkan janji untuk berdua, karena alasan pekerjaan. Asumsi yang muncul kemudian adalah apa yang menjadi prioritas Anda, karier atau hubungan berpasangan. Bagaimanapun, seberapa penting pekerjaan bagi Anda atau pasangan, waktu untuk membangun hubungan juga perlu dijadikan prioritas. Anda tentu tak ingin menikmati kesuksesan tanpa pasangan tempat Anda berbagi bukan?

3. Selingkuh
Berselingkuh secara fisik, umumnya takkan pernah diterima oleh pasangan manapun dan menyakitkan. Namun selingkuh tak hanya fisik atau seksual. Bahkan ada selingkuh lain yang jauh lebih menyakitkan karena sudah menggunakan emosi. Yakni Anda atau pasangan terikat secara emosional (perasaan) dengan orang ketiga. Bahkan pihak yang berselingkuh akan lebih nyaman dan banyak menggunakan waktunya dengan orang ketiga daripada pasangan. Meski pihak yang berselingkuh juga punya banyak waktu bersama pasangan pertamanya, namun kualitas waktu lebih banyak dibagi kepada pasangan selingkuh.

Perselingkuhan menjadi sumber konflik yang terkadang tak termaafkan bagi hubungan berpasangan, sekalipun Anda atau pasangan berusaha memperbaiki keadaan. Namun perilaku seperti ini tak bisa ditoleransi terus-menerus, dan perlu upaya dari keduabelah pihak untuk memperbaiki dan mengembalikan romantisme serta komitmen berpasangan. Bagaimanapun, pasangan dan juga Anda tak ingin menjadi nomor dua meski tetap dianggap yang terbaik bukan?

4. Tak menjaga penampilan
Memperhatikan penampilan, tampil gaya atau setidaknya mampu menyesuaikan acara akan membuat pasangan merasa lebih nyaman, bukan? Bersikap terlalu cuek, tanpa mempedulikan penampilan, asal memilih pakaian saat bersama pasangan membuat si dia akan menjaga jarak. Pakaian yang Anda pakai menentukan sikap Anda, yang menunjukkan bahwa pasangan penting bagi Anda, sehingga Anda merasa perlu menjaga penampilan.

Tak terlalu sulit mencari tahu apakah pasangan suka atau tidak dengan gaya berbusana Anda. Perhatikan komentar atau responsnya saat Anda memilih atau menggunakan pakaian. Jika si dia memberikan respons positif, tandanya dia menyukainya dan mempertahankan gaya itu. Jika si dia menjaga jarak atau menyampaikannya langsung bahwa pasangan tak menyukai gaya Anda, sebaiknya cobalah dengarkan dan mulai bercermin, jika memang ternyata Anda merasa tak cukup bergaya. Menjaga penampilan tak hanya untuk pasangan, namun juga untuk diri sendiri karena pakaian toh merepresentasikan diri Anda bukan?

5. Rewel
Ketika hubungan Anda dan pasangan bertambah dekat, kebiasaan dan keseharian masing-masing individu semakin terlihat. Bukan mustahil, Anda dan si dia sudah terlihat seperti saudara. Kedekatan ini membuat Anda atau pasangan kadang merasa terganggu dengan kebiasaannya. Jika pasangan mulai rewel dengan kebiasaan dan perilaku Anda, suasana jadi tak enak dan hubungan tak lagi nyaman.

Sebaiknya, bicarakan kalau memang kebiasaan pasangan yang menurut Anda menjengkelkan sudah sangat mengganggu dan menimbulkan pertengkaran. Jika masih bisa ditoleransi rasanya tak perlu diambil pusing dan biarkan saja pasangan hidup dengan caranya.

6. Terlalu protektif
Banyak pasangan mengalami perilaku ini. Ciri-cirinya, selalu saja cemburu dengan teman-teman pasangan, menuntut Anda mengurangi waktu bersama teman, mengkritik Anda karena terlalu sering berbelanja, bahkan menentukan kemana Anda sebaiknya pergi. Jika sudah seperti ini, hubungan tak sehat lagi.

Halaman:
Baca tentang


    25th

    Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X