Alur Baru Alleira Batik - Kompas.com

Alur Baru Alleira Batik

Kompas.com - 09/08/2010, 15:01 WIB

KOMPAS.com - Bagi penikmat fashion, pasti sudah tak asing dengan nama Allure Batik. Allure Batik merupakan salah satu brand yang mengusung batik unik dan bermotif emboss yang ditawarkan. Kini, setelah 5 tahun membuka gerai pertamanya, Allure Batik bertekad untuk maju ke kancah fashion internasional dengan pertama mengubah namanya menjadi Alleira Batik.

Sama seperti kata "Allure", kata "Alleira" juga bermakna memikat, menarik hati, indah, dan memesona. Pergantian nama ini awalnya sudah dilakukan sejak beberapa bulan lalu, namun, titik awal peresmian nama ini baru diumumkan beberapa waktu lalu di Ritz Carlton Hotel, Pacific Place, di hadapan media dan tamu undangan VIP, dari beberapa istri duta besar.

Tampaknya Alleira tak ingin setengah-setengah dalam upayanya menjejakkan kaki ke kancah internasional. Dalam acara yang digelar cukup megah saat itu, Alleira turut memperkenalkan beberapa rancangan baru yang lebih bersifat mudah diterima di kalangan internasional. Contohnya, dari penggunaan bahan yang spesifik, seperti sifon, tenunan, super silk, dan habutai. Tiga sekuen ditampilkan pada peragaan yang bertema "Euphony Rhapsody" malam itu, yang pertama, Tenun on Batik, motif tenunan digunakan pada beberapa potongan, sekuen kedua New Layout, motif dan design yang lebih modern dan bergaya barat, serta ketiga, Evening Gown, desain yang mengunggulkan motif.

Tak hanya itu, Alleira bahkan mengundang 4 desainer negara-negara tetangga untuk ikut mencoba mengulik batik menjadi rancangan yang bisa mereka utak-utik sesuai gaya mereka. Beberapa perancang tersebut antara lain; Monica Lim Kabo dari Australia yang menamai koleksinya dengan Melbourne May Burn, lalu Zhuang Weiping dari China dengan koleksi yang ia namai Mystique Love in Jakarta, kemudian Ou Fen, dari Singapura yang mengambil tema Butterflies, Love in Bloom. Juga desainer Korea, Changsook Choi, yang banyak menggunakan jaket dan blazer, serta han bok sebagai inspirasinya.

Diterangkan Anita AS, Production Director Alleira Batik, proses pencarian keempat desainer ini adalah dengan melihat rancangan mereka di department store-department store di negara mereka, kemudian mencari si perancang untuk kemudian diajak berkolaborasi. Ini adalah salah satu upaya untuk mengenalkan batik ke negara lain. Pada kesempatan jumpa pers, Monica Lim Kabo, mengatakan, "Mudah-mudahan bisa melihat bagaimana batik bisa dibawa ke dunia internasional, karena batik adalah fabrik yang unik. Saya optimis batik bisa berkembang. Diperlukan sosialisasi dan edukasi agar batik bisa diterima di dunia barat. Kita harus terus mensosialisasikan batik dan bagaimana pembuatannya, karena hal itulah yang membuatnya unik. Filosofi dibalik batik adalah hal yang sangat menarik untuk pasar di Australia dan negara lainnya."


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
    EditorNadia Felicia

    Close Ads X