Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

7 Kebiasaan Buruk untuk Kesehatan Ms V

Kompas.com, 13 Agustus 2010, 16:02 WIB

KOMPAS.com - Kaum perempuan ternyata masih sering mengabaikan kesehatan reproduksinya. Sebagian karena ketidaktahuan, namun sebagian yang lain karena ketidakpedulian. Sebenarnya hal ini dapat dimengerti, mengingat kesibukan kerja yang sangat menuntut. Alhasil, Anda berusaha berpikir bahwa gangguan kecil tak akan berbahaya. Padahal, ini suatu keputusan yang salah.

"Mengambil langkah tertentu mungkin tidak akan merugikan, tapi Anda bisa mengalami konsekuensi yang lebih besar seperti infeksi vagina, penyakit menular seksual (PMS), atau kehamilan yang tidak direncanakan," jelas Elizabeth McGee, MD, asisten profesor bidang ilmu kandungan, kebidanan, dan reproduksi dari University of Pittsburgh School of Medicine.

Untuk mencegah munculnya masalah, sekecil apapun, segera ubah kebiasaan buruk Anda berikut ini.

1. Anda memakai pakaian olahraga yang basah karena keringat seharian
Setelah mengikuti kelas aerobik, Anda tidak langsung mandi, dan malah ngobrol berjam-jam sampai akhirnya baju Anda mengering. Hal itu mungkin terasa nyaman, tetapi sebenarnya tidak sehat.

"Bakteri dan jamur itu suka keringat. Jadi semakin lama Anda mengenakan pakaian olahraga, meskipun sudah kering, semakin tinggi risiko infeksi saluran kemih (ISK) yang dipicu oleh bakteri atau jamur," kata Dr Jill Maura Rabin, MD, kepala departemen uroginekologi di Long Island Jewish Medical Center, New York. Keringat yang bercampur kotoran dapat menyumbat pori-pori, sehingga menyebabkan folliculitis (foliket rambut yang terinfeksi) pada area vagina.

Bila Anda tidak bisa langsung mandi usai berolahraga, kenakan celana dalam dan pakaian olahraga berbahan katun. "Katun bisa menyerap keringat dari tubuh Anda, dan membantu kulit mengering dengan cepat," ujar Dr Sandy Tsao, MD, instruktur klinis dermatologi di Harvard Medical School.

Cara lain untuk mencegah keringat, pakai panty liner saat berolahraga. Panty liner bisa menyerap keringat, dan bisa segera dilepaskan ketika Anda selesai berlatih.

2. Anda menebak-nebak penyebab infeksi vagina yang terjadi
Anda mungkin pernah mengalami infeksi jamur dan ISK di masa lalu, jadi ketika Anda mengenali gejala yang terjadi lagi sekarang, Anda tidak berobat ke dokter kandungan. Anda tidak mungkin membuat diagnosa sendiri tanpa dasar ilmiah, dan Anda tidak tahu obat apa yang akan diresepkan dokter untuk mengaasi infeksi semacam itu.

"Rasa gatal yang Anda pikir disebabkan oleh jamur bisa jadi merupakan gejala herpes atau alergi pada kulit," ungkap Dr McGee. "Sedangkan rasa panas waktu buang air kecil yang Anda kira gejala ISK kemungkinan dipicu oleh bakteri chlamydia atau penyakit menular seksual lainnya."

Pada saat Anda membuang-buang waktu dengan obat-obatan yang Anda perkirakan sendiri, infeksi yang sesungguhnya bertambah parah.

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Kolom ini tidak boleh kosong.
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau