Halangi ASI Eksklusif Bisa Dipenjara - Kompas.com

Halangi ASI Eksklusif Bisa Dipenjara

Kompas.com - 03/09/2010, 10:40 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com Berlakunya Undang-Undang Kesehatan Nomor 36 Tahun 2009 tentang Pemberian Air Susu Ibu (ASI) Eksklusif kerap memunculkan salah tafsir tentang sanksi pidana bagi para ibu yang tak mau menyusui anaknya.

Di dalam Pasal 200 UU Kesehatan No 36 Tahun 2009 itu ditegaskan, ancaman hukuman penjara bukanlah untuk sang ibu, melainkan pihak-pihak yang menghalangi pemberian ASI eksklusif sang ibu kepada anaknya.

Secara lebih jelas, kutipan Pasal 200 tertulis: Setiap orang yang dengan sengaja menghalangi program pemberian air susu ibu eksklusif sebagimana dimaksud  dalam pasal 128 ayat (2) dipidana paling lama 1 tahun dan denda paling banyak Rp100.000.000,00 (seratus juta rupiah).

Menurut Direktur Pengawasan Norma Kerja Perempuan dan Anak Kementerian Tenaga Kerja RI Nur Asiah, memberikan ASI adalah hak seorang ibu, bukan kewajiban. "Jadi, tidak ada hukuman,” katanya di sela-sela Sosialisasi UU Kesehatan No 36 Tahun 2009 Terkait Pasal-pasal Pemberian ASI Ekslusif, Kamis (2/9/2010).

Namun, Nur mengingatkan, seorang ibu dituntut memiliki peran dan tanggung jawab setelah melahirkan. "Ketika seorang wanita memutuskan hamil, maka ia harus memberikan ASI karena, ketika ia melahirkan, ASI menjadi hak si bayi. Jadi, apabila si ibu tidak mau memberikan ASI karena banyak hal, lebih baik tidak usah hamil," ujarnya.

Nur menyatakan, kesalahpahaman tentang UU ini harus diluruskan karena Pasal 200 sama sekali tidak memuat kalimat bahwa ibu yang tidak menyusui akan dipidana. Pasal 200 justru melindungi ibu untuk memberikan ASI eksklusif, bukan mengancamnya dengan hukuman pidana bila tidak melaksanakan ASI eksklusif.

Adapun dalam Pasal 128 ayat (2) tertulis: Selama pemberian air susu ibu, pihak keluarga, pemerintah, pemerintah daerah (pemda), dan masyarakat harus mendukung ibu bayi secara penuh dengan penyediaan waktu dan fasilitas khusus.

"Jadi, bila dilihat dari unsur-unsur pasal tersebut, maka yang terkena ancaman sanksi pidana Pasal 200 adalah keluarga, pemerintah, pemerintah daerah, dan masyarakat yang menghalangi si ibu untuk menyusui bayinya secara eksklusif," kata Nur.


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
    EditorAsep Candra

    Terkini Lainnya

    Puma Luncurkan Kembali Sepatu Gaya Tahun 90-an

    Puma Luncurkan Kembali Sepatu Gaya Tahun 90-an

    Look Good
    Bahaya Tak Membahas Soal Seks dengan Pasangan Sebelum Menikah

    Bahaya Tak Membahas Soal Seks dengan Pasangan Sebelum Menikah

    Feel Good
    Cara untuk Pastikan si Kekasih Masih Sayang...

    Cara untuk Pastikan si Kekasih Masih Sayang...

    Feel Good
    Anak Perempuan Harry dan Meghan Mungkin Tak Dapat Gelar Bangsawan

    Anak Perempuan Harry dan Meghan Mungkin Tak Dapat Gelar Bangsawan

    Feel Good
    Waspadai, 4 Tanda Pernikahan Tanpa Cinta...

    Waspadai, 4 Tanda Pernikahan Tanpa Cinta...

    Feel Good
    5 Cara Putihkan Ketiak Pakai Kentang...

    5 Cara Putihkan Ketiak Pakai Kentang...

    Feel Good
    Malas Cuci Tangan Juga Bisa Timbulkan Kematian

    Malas Cuci Tangan Juga Bisa Timbulkan Kematian

    Eat Good
    Agar Awet Muda, Hentikan 8 Kebiasaan Ini

    Agar Awet Muda, Hentikan 8 Kebiasaan Ini

    Look Good
    Paul Pogba dan Cerita Sneakers Adidas

    Paul Pogba dan Cerita Sneakers Adidas

    Look Good
    Wisata Sejarah di Bekas Pabrik Bir Heineken

    Wisata Sejarah di Bekas Pabrik Bir Heineken

    Feel Good
    Simaklah, 6 Tips Perbanyak Konsumsi Sayuran dan Alasannya...

    Simaklah, 6 Tips Perbanyak Konsumsi Sayuran dan Alasannya...

    Eat Good
    Takut pada Boneka, Wajarkah?

    Takut pada Boneka, Wajarkah?

    Feel Good
    Bertamasya Menyusuri Kanal di Amsterdam

    Bertamasya Menyusuri Kanal di Amsterdam

    Feel Good
    Pebasket Lonzo Ball Dipaksa Tutup Tato Selama Pertandingan

    Pebasket Lonzo Ball Dipaksa Tutup Tato Selama Pertandingan

    Look Good
    Sering Sakit Punggung, Coba Lakukan 6 Gerakan Ini...

    Sering Sakit Punggung, Coba Lakukan 6 Gerakan Ini...

    Feel Good
    Close Ads X