Libido Rendah Bukan karena Kelelahan

Kompas.com - 26/10/2010, 14:15 WIB
EditorDini

KOMPAS.com — Ketika sesi bercinta batal lagi, biasanya perempuan yang membuat keputusan untuk "libur" dulu. Alasannya macam-macam, tapi tak jauh dari capek, pusing, atau enggak mood. Namun, sebenarnya ada alasan khusus mengapa perempuan mengajukan banyak alasan agar tidak usah berhubungan seks dulu malam ini.

Para peneliti mendapati bahwa otak perempuan dengan perilaku libido yang rendah benar-benar berbeda dari mereka yang memiliki hasrat seksual yang sehat. Mereka yang libidonya rendah ini tidak memiliki dorongan darah yang sama, yang dialirkan ke sel-sel otak tertentu pada saat-saat bergairah. Hal inilah yang menyebabkan mengapa perempuan lalu tidak menikmati hubungan seks yang dilakukannya.

Peneliti dari Wayne State University di Detroit, Amerika, sebelumnya membandingkan otak dari 19 perempuan yang didiagnosis dengan libido rendah yang diketahui sebagai kelainan hasrat seksual hipoaktif, dengan otak dari tujuh perempuan yang memiliki dorongan seks yang normal. Responden lalu diminta menonton film-film erotis, dan kemudian menatap layar kosong sementara otak mereka di-scan dengan metode MRI.

Dari pengujian ini terlihat bahwa selama adegan seks dipertontonkan, para perempuan dengan dorongan seks yang normal mengalami peningkatan aliran darah ke bagian-bagian otak mereka. Sedangkan mereka yang libidonya rendah, tidak mengalami peningkatan dalam aliran darah.

Beberapa dokter mengatakan bahwa libido yang rendah adalah keluhan yang diciptakan oleh perusahaan obat-obatan untuk menjual obat-obatan semacam female Viagra. Namun, Dr Michael Diamond, yang menjalankan riset terakhir, mengatakan, "Mampu mengidentifikasi perubahan fisiologis seperti ini memberikan bukti bahwa libido rendah memang suatu kelainan, bukan sesuatu yang diciptakan oleh masyarakat."

Hasil penelitian ini dipresentasikan di konferensi tahunan American Society for Reproductive Medicine di Denver, Colorado.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.