BPOM Temukan 1 Merek Air Minum Ilegal

Kompas.com - 03/11/2010, 13:44 WIB
EditorAsep Candra

JAKARTA, KOMPAS.com - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menemukan satu produk Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) ilegal yang beredar di masyarakat.

Temuan ini berawal dari hasil penelitian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) terhadap 11 merek AMDK yang bermasalah. Menurut Deputy Keamanan Pangan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Roy Sparringga, BPOM meneliti 11 merek AMDK yang dilaporkan bermasalah oleh YLKI. Setelah diteliti, tenyata ada 1 perusahaan yang ternyata ilegal.

"Produknya aman, punya SNI juga, hanya saja perusahaan tersebut tidak memperpanjang izin edar mereka," ungkap Roy dalam jumpa pers di Hotel Sultan, Jakarta, Rabu  (3/11/2010).

Roy mengaku bahwa BPOM telah memberi peringatan kepada perusahaan tersebut untuk menarik produknya. "Kami sudah peringatkan kepada produsennya untuk menarik peredaran produk mereka dalam waktu 30 hari. Ini sesuai dengan Standard Operational Procedure (SOP) BPOM, kalau dalam 30 hari tidak ditarik kami akan publish nama perusahaan dan mereknya," ujarnya.

Namun demikian Roy belum mau menyebutkan nama merek yang dianggap ilegal tersebut. "Maaf, saya belum bisa sebut namanya. Ini kan kembali ke SOP tadi. Sekarang baru 2 minggu, kita tunggu 2 minggu lagi," jelasnya.

Selain satu merek ilegal, BPOM juga menemukan 6 perusahaan yang memiliki proses produksi tidak sesuai standar BPOM. Keenam perusahaan ini harus melakukan perbaikan dalam proses produksi mereka.

"Pekerjanya harus diberi pelatihan, alat-alatnya harus diperbaharui, dan ada yang harus diperbaiki di bagian-bagian lainnya," ujar Roy.



Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X