4 Cara Meredam Musuh Anda

Kompas.com - 04/11/2010, 12:08 WIB
EditorDini

KOMPAS.com — Sebaik-baiknya pembawaan diri Anda atau sepintar-pintarnya Anda melakukan tugas-tugas Anda, Anda tetap tak bisa membuat semua orang menyukai Anda. Meskipun lingkungan kerja atau pergaulan Anda cukup positif, pasti ada satu-dua orang yang tidak pernah bisa melihat orang lain bahagia. Maka dari itu, ia akan selalu berusaha menciptakan kesan buruk mengenai diri Anda atau teman-teman yang lain.

Memang gemas sekali rasanya melihat orang yang selalu berbicara secara negatif. Namun kadang melelahkan bila harus selalu menanggapinya. Untuk itu, Anda perlu mencari cara lain untuk merespons setiap komentar nyelekit atau berita-berita menyesatkan yang keluar dari mulutnya.

* Redam kebenciannya dengan kebaikan. Teman yang ternyata musuh biasanya lebih suka membicarakan hal-hal yang negatif. Jika ia melemparkan sindiran atau komentar yang menyakitkan tentang sikap Anda, sebenarnya ia sedang mencoba membangkitkan kemarahan Anda. Oleh karena itu, jangan memberikan kepuasan yang dia inginkan. Justru, Anda harus mengubah topik pembicaraan dan mengatakan sesuatu yang baik tentang dirinya. Misalnya tentang penampilannya hari itu atau tentang kinerjanya. Mengatakan sesuatu yang positif akan membuatnya tahu bahwa Anda tidak tertarik dengan peperangan yang dimulainya.

* Bicaralah mengenai isu yang lebih relevan. Bergosip memang menyenangkan, tetapi jika pembicaraan mulai menyakitkan dan cenderung fitnah, Anda tentu akan merasa jengah berada di antara mereka. Jika seorang teman mulai mengatakan hal-hal yang memancing kemarahan, mulailah berbicara tentang berita-berita baik. Misalnya, perusahaan akan mulai menyediakan ruang laktasi untuk karyawan yang ingin menyusui atau memerah ASI. Atau, jalanan yang biasanya macet menuju ke arah kantor Anda kini tidak padat lagi berkat perbaikan jalan yang dilakukan. Orang yang cara bicaranya selalu tak menyenangkan ini pasti akan nimbrung atau, bila tidak berminat, ia akan menjauh.

* Sampaikan kabar baik tentang seorang teman. Apakah Anda punya kabar menarik tentang seorang teman yang mungkin tidak diketahui teman yang bitchy ini? Anda bisa membagi berita tersebut. Jika ia seorang rekan kerja, ceritakan tentang manajer di divisi lain yang wajahnya terlihat sangat muda meskipun usianya sudah paruh baya. Atau, katakan bahwa istri atasan Anda ternyata sangat cantik. Sulit untuk tetap negatif ketika situasi di sekitar Anda selalu positif. Reaksi teman Anda mungkin akan sama seperti di atas, entah ia tertarik, atau langsung meninggalkan Anda.

* Katakan padanya untuk tutup mulut. Jika semua cara halus yang Anda lakukan ternyata tidak mempan untuknya, tak ada cara lain kecuali memintanya berhenti mengkritik atau membicarakan orang lain. Bila sudah tak tahan mendengarnya menggosipkan teman, Anda bisa mengatakan dengan ringan seperti, "Aduh, sori, aku enggak mau ngomongin orang. Aku kerja dulu, ya!" Atau, jika Anda kebetulan mendengar seseorang membicarakan Anda, muncullah di hadapannya, lalu katakan, "Oo... lagi ngomongin aku, ya?" Kepergok membicarakan orang lain, dan langsung ditegur, pasti akan mempermalukannya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X