Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

6 Cara Menenangkan Bayi

Kompas.com, 26 November 2010, 17:26 WIB

KOMPAS.com - Seringkah Anda merasa sudah melakukan semua hal supaya si kecil tenang, tapi tak ada hasilnya? Periksa popoknya, ternyata tidak basah. Disusui tidak mau, digendong tetap menangis, diletakkan di boks tambah rewel. Rasanya semua cara sudah dilakukan, tapi si kecil tetap tidak tenang. Apa yang harus dilakukan?

Sebelum membuat bayi tenang, Andalah yang harus tenang lebih dulu. Tenang atau tidaknya bayi dipengaruhi oleh tenang atau tidaknya sang ibu. Dua orang yang mempunyai ikatan batin yang kuat, emosi mereka cenderung bekerja secara paralel. Jika yang satu rileks, yang lain juga rileks. Jika yang satu tegang, yang lain juga tegang. Jika si kecil masih tetap rewel meski segala hal sudah Anda lakukan, jangan-jangan justru Anda yang "menularkan" rasa tidak tenang itu padanya.

Setelah Anda tenang, langkah selanjutnya adalah menenangkan sang bayi. Sebagai informasi, setiap hari bayi hanya menggunakan 7 persen waktunya untuk menangis. Jadi, orangtua tidak perlu panik, marah, atau menyalahkan diri sendiri saat bayi menangis. Semua bayi pasti menangis karena inilah cara baginya untuk berkomunikasi. Selain itu, lakukan beberapa hal berikut untuk membuat bayi tenang:

* Makan makanan yang menenangkan. Beberapa bahan makanan tertentu memberi efek menenangkan. Efek ini dapat juga ditularkan melalui ASI. Juga, secara emosi, bila Anda tenang, maka bayi ikut tenang. Bahan makanan yang menenangkan mencakup semua jenis buah; sebagian besar sayur-sayuran seperti bayam, wortel, kangkung; kacang-kacangan, gandum, produk susu, dan rempah-rempah. Kalau bayi sudah saatnya mendapat makanan pendamping ASI, berikan bahan-bahan tersebut. Untuk ibu dan ayah, hindari kopi atau teh dalam jumlah berlebihan, minuman bersoda, maupun makanan berbumbu tajam karena dapat memberi efek tidak tenang.

* Menggendong sambil mengayun-ayun. Gendonglah bayi dalam dekapan yang nyaman, lembut, tenang, dan kuat. Usahakan perut bayi bertumpu pada tubuh Anda, dan topanglah kepalanya. Lakukan gerakan mengayun dengan ritme teratur dan lembut, sambil merasakan betapa sayangnya Anda pada si kecil. Diayun-ayun mengingatkan bayi pada kondisi terayun-ayun di dalam rahim Anda. Lakukan ayunan kira-kira seirama detik jam. Terlalu cepat atau lambat malah membuat bayi sulit merasa rileks.

* Membedong longgar. Selama berada di dalam rahim, bayi mendapatkan kehangatan yang luar biasa, dan ia menyukainya. Untuk mempertahankan kondisi itu, salah satu hal yang bisa dilakukan adalah membedongnya dengan ikatan yang disesuaikan agar tidak membuat bayi merasa terbelenggu. Membedong dengan kain yang hangat dan bersih akan membuat bayi merasa nyaman dan aman.

* Memberi tepukan, usapan, belaian, dan senandung yang menenangkan bayi. Umumnya bayi sangat suka ditepuk-tepuk, diusap, dan dibelai dengan lembut dan teratur. Sentuhan berirama akan membuatnya merasa rileks.

* Mengulang-ulang ritual menyenangkan. Anda bisa mengulang-ulang ritual yang sama untuk menenangkan bayi, apakah dengan memijat tubuhnya, menepuk, mengusap, atau menyetel musik yang tenang. Lakukan juga ritual tersebut setiap menjelang tidur, seperti meredupkan lampu, membersihkan tubuhnya, mengganti bajunya dengan setelan untuk tidur, sehingga lama-lama bayi akan mengenalinya sebagai ritual menjelang tidur.

* Pijat bayi. Pijat bayi terbukti mampu membuat bayi lebih tenang sepanjang hari. Caranya, gunakan sedikit minyak atau losion bayi, usapkan ke punggung bayi secara lembut, lalu ke paha, tangan, kaki, dada. Perhatikan reaksinya, bila bayi tenang, berarti ia menyukainya. Sebaliknya, segera hentikan kalau bayi malah menangis, karena bisa jadi saat itu bukanlah waktu yang tepat untuk memberikan pijatan.

(Tabloid Nakita/Marfuah Panji Astuti)

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang



Terkini Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Kolom ini tidak boleh kosong.
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau