Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Siapa Sih yang Harus Orgasme Duluan?

Kompas.com, 8 Desember 2010, 09:20 WIB

KOMPAS.com — Siapa yang sebenarnya harus orgasme duluan? Sebenarnya ini tak perlu dipersoalkan karena yang terpenting, kedua belah pihak bisa saling memuaskan. Namun, pada pasangan yang saling mengerti, umumnya lebih suka apabila istri yang mencapai orgasme lebih dulu. "Soalnya, kalau pria orgasme duluan, pasangannya akan sulit 'mengejar'. Untuk memulainya, harus dari awal lagi dan butuh waktu lama," tutur Dr Ferryal Loetan, ASC&T, DSRM, MKes (MMR).

Lagi pula, sambungnya, pria yang penuh pengertian biasanya sudah tahu teknik-teknik khusus yang bisa menghambat ejakulasi agar istrinya mencapai puncak kenikmatan lebih dulu. "Dia bisa memperkirakan berapa lama harus menunggu istrinya siap, kapan waktu yang tepat untuk menyemprotkan spermanya, dan berapa kali dia mau memuaskan istrinya," ujarnya. Sayangnya, tak setiap pria memiliki keahlian semacam ini.

Tetapi, tak perlu kecil hati, apabila pasangan Anda belum memilikinya. Dengan latihan yang relatif sederhana, pasangan juga bisa jadi mahir, kok, dalam mengendalikan diri.

Saran Ferryal, para pria bisa mencoba latihan kegel, yakni latihan yang dapat menguatkan otot-otot sekitar panggul. Caranya, tarik kemudian tahanlah untuk beberapa saat otot-otot di sekitar kemaluan seolah Anda sedang menahan keluarnya air seni. Latihan kontraksi semacam ini sudah jauh-jauh hari diperkenalkan kepada wanita untuk melatih kelenturan daerah genitalnya. Dengan memperkuat otot-otot dasar panggul, baik pria maupun wanita bisa mengatur kekuatan dan kemampuan ototnya untuk "mencengkeram".

Pria pun bisa mengatur kapan saat tepat untuk ejakulasi. Namun, lewat trial and error melalui pengalaman pribadi masing-masing, pasangan bisa juga, kok, menciptakan bentuk-bentuk latihan khusus untuk keperluan tersebut. Sementara senam seks yang kini menjamur di sanggar-sanggar, menurut Ferryal, justru lebih banyak mengajarkan gerakan yang menggambarkan persetubuhan sehingga tak memberi banyak manfaat.

Ciptakan ritual-ritual khusus
Misalnya, mandi bersama, atau menyiapkan kamar tidur dengan menghadirkan suasana romantis. Bisa juga istri menunggu suami pulang kantor dengan mengenakan gaun seksi atau wewangian kesukaan suami. Tetapi, tentu tak mengada-ada, melainkan spontanitas keinginan bersama. Ritual-ritual khusus ini, menurut Ferryal, bagus sekali kalau dilakukan karena bisa dikategorikan foreplay ataupun afterplay. "Kan, enggak harus dilanjutkan dengan persetubuhan sehingga bisa dilakukan kapan saja," katanya. Bukankah hanya dengan bermesraan juga bisa mempererat ikatan kasih sayang suami-istri?

Obat kuat membantu orgasme?
Begitu, lho, yang kerap digembar-gemborkan para pengiklan produk obat-obatan khusus buat pria. Padahal, apabila diteliti kandungannya, obat-obat tersebut lebih bersifat suplemen, berupa vitamin-vitamin atau mineral-mineral tertentu yang tujuannya membuat tubuh sehat. Begitu juga jejamuan yang mengandung pasak bumi, ginseng, merica hitam dicampur telur dan madu. Jadi, enggak ada kaitannya sama sekali dengan pencapaian orgasme.

Yang lebih tepat, tutur Ferryal, kuning telur dan madu mengandung kalori tinggi dan merica hitam berkhasiat melancarkan aliran darah. Dengan mengonsumsi obat-obatan atau jejamuan tadi secara teratur, tentu saja membantu menjaga tubuh agar tetap fit. Nah, dalam kondisi tubuh yang fit, ditambah enggak ada beban stres, libido pun akan meningkat. Itulah mengapa, anjurnya, hiduplah secara sehat agar bisa menghasilkan kehidupan seksual yang baik.

"Makanan harus cukup gizi, hindari atau setidaknya kelola stres, cukup istirahat, dan berolahraga teratur," kata Ferryal. Dalam tubuh yang sehat, terdapat seks yang sehat. Kalau badan loyo, ya, gimana mau orgasme?

(Tabloid Nakita/Julie/Th Puspayanti)

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Kolom ini tidak boleh kosong.
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau