Tips Agar Anak Mau Bercerita tentang Harinya

Kompas.com - 14/12/2010, 15:12 WIB
EditorNadia Felicia

KOMPAS.com - Sebagian orangtua sering mengeluhkan sulitnya mengajak anak bercerita mengenai harinya. Padahal, orangtua perlu tahu apa saja yang sedang terjadi pada kehidupan si kecil. Ketika ia menolak menceritakan harinya, jangan serta merta menyalahkan si anak yang tertutup. Bisa jadi, cara bertanya kita, sebagai orangtualah yang belum tepat.

Michele Borba, Ed.D., dari GalTime.com menyarankan untuk menggunakan beragam strategi untuk berkomunikasi dengan si anak. Carilah yang paling tepat untuk Anda dan si kecil, dan latihlah hal tersebut berulang-ulang hingga menjadi hal yang cukup alamiah. Berikut tipsnya:

1. Jangan segera menghadangnya. Begitu ia sampai di rumah atau duduk di mobil Anda, jangan langsung menyerangnya dengan pertanyaan-pertanyaan mengenai harinya. Umumnya, anak-anak merasa kelelahan dan tak bersemangat begitu tiba di rumah. Jadi, tunggulah setidaknya 30 menit sebelum memulai percakapan mengenai harinya. Beri ia kesempatan untuk menenangkan diri, makan sedikit camilan, dan beristirahat sejenak.

2. Jangan mengubah perbincangan menjadi sebuah sekolahan di dalam rumah. Coba bayangkan apa yang Anda perlukan untuk bisa mengutarakan isi hati saat Anda berusia dirinya? Sama seperti si kecil, ia tidak suka jika orangtuanya memaksa, bercanda yang menyinggung, mengancam, menuduh, menguliahi, atau memarahinya.

3. Berikan perhatian penuh. Pikirkan bagaimana jika sahabat Anda menanyakan mengenai hari Anda. Gunakan contoh itu. Pastikan Anda berada dalam kondisi tenang, tampak tulus, dan tertarik akan cerita si kecil. Tentu hal ini akan terlihat dari bahasa tubuh Anda. Jangan sampai Anda sibuk main BlackBerry atau Facebook-an saat ia sedang bercerita.

4. Pertanyaan terbuka. Jangan berikan pertanyaan yang bisa dijawab dengan "ya" atau "tidak". Buatlah pertanyaan-pertanyaan yang sifatnya terbuka, jangan yang bisa dijawab dengan selintas lalu saja.

5. Jangan bertanya pertanyaan yang sama. Anak yang sudah agak besar akan "ilfeel" jika Anda bertanya pertanyaan yang sudah bisa ditebak, seperti "Bagaimana sekolah?" Jadi, cobalah jadi kreatif. Ubah cara bertanya atau pertanyaannya untuk membuat anak Anda tahu bahwa Anda tertarik.

6. Berhenti dan dengarkan. Begitu si anak mulai membuka mulutnya untuk menceritakan mengenai hari atau sekolahnya, berhentilah melakukan apa pun yang sedang Anda lakukan, dan berikan perhatian penuh. Tangkap informasi sekecil apa pun untuk Anda tanyakan lagi kepadanya dan berikan ekspresi bahwa Anda memang tertarik. Ia akan terbuka begitu ia tahu bahwa Anda memang tertarik.

7. Regangkan perbincangan dengan pertanyaan mengundang. Jika si anak berbagi detail, coba gunakan metode peregangan. Artinya, jangan memaksa atau mengorek-ngorek, tetapi gunakan penyambung ungkap, seperti, "Oya?", "Iya," atau "Wow, kok bisa gitu, ya?" Pertanyaan-pertanyaan semacam ini tidak mengancam, tetapi mengundang si kecil untuk bercerita.

8. Mengulang ucapannya. Cobalah ulang ucapan yang ia sampaikan. Misal, "Aku main ayunan di taman tadi." Anda bisa balas, "Kamu main di ayunan?" Trik ini akan menarik ketertarikan si anak untuk terbuka kepada Anda.

Halaman:


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.