Taman Djamoe Indonesia Resmi Dibuka!

Kompas.com - 28/02/2011, 09:24 WIB
EditorNadia Felicia

SEMARANG, KOMPAS.com - Senin, 28 Februari 2011, dibuka oleh Gubernur Kepala Daerah Tingkat I Propinsi Jawa Tengah, Letjend (Purn) H. Bibit Waluyo, Taman Djamoe Indonesia (TDI) yang diprakarsai oleh PT Nyonya Meneer resmi dibuka. Pembukaan ini dihadiri oleh beberapa tokoh penting, seperti mantan Menteri Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara, Letjend (Purn) TB Silalahi, Ketua Umum KOWANI, Dewi Motik, dan lainnya.

Dalam sambutannya, Dr Charles Saerang, Presiden Direktur PT Nyonya Meneer mengungkap, Indonesia mengenal jamu sejak zaman Keraton Yogyakarta dan Surakarta sebagai minuman kesehatan dan kecantikan. Tak berlebihan bila disebut jamu merupakan warisan leluhur Indonesia. Indonesia memiliki sekitar 30 ribu spesies dari 40 ribu spesies tanaman obat-obatan yang ada di bumi. Menjadikan Indonesia sebagai negara mega-biodiversity kedua setelah Brazil untuk tanaman herbal.

Sejak mulai berusaha dengan jamu, sekitar tahun 1919, usaha Lauw Ping Nio, nama asli Nyonya Meneer, terus berkembang, hingga kini sudah diekspor ke mancanegara, seperti Taiwan dan Amerika. Tak ingin kekayaan leluhur ini terhilang begitu saja dan terlupakan, Dr Charles membuka TDI sekaligus untuk mulai kembali membudayakan minum jamu dan mengubah mindset jamu itu kuno menjadi jamu adalah gaya hidup.

"Lewat TDI, saya ingin memperkenalkan kembali tradisi kembali ke natural, yang dibalut modern. Saya ingin meningkatkan imej jamu kepada masyarakat modern. Tradisi kita harus beradaptasi, jangan menetap di zaman kuno terus. Jamu ini adalah tradisi leluhur, tetapi bisa dibuat modern. Lewat TDI inilah salah satu caranya," ungkap Dr Charles kepada Kompas Female, saat bincang-bincang sebelum pembukaan.

TDI terletak di jalan Raya Karangjati Km 28, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. TDI melindungi sekitar 600 spesies tanaman obat yang sering digunakan dalam industri jamu dari berbagai kategori genting, rawan, dan jarang.

Di dalam kawasan seluas 3 hektar ini, pengunjung bisa melihat dan menggunakan berbagai fasilitas; Spa Srikaton, Taman Djamoe Resto, Taman Djamoe Gift Shop dan Meneer Shop, Taman Djamoe Herbaclinic, Taman Djamoe Herbal Collection and Market, Amphitheater, Green House, Laboratorium, Jogging and Biking Track, dan Helipad.

Dengan biaya sebesar Rp 10.000 per orang, pengunjung bisa menikmati alam taman dari tumbuh-tumbuhan obat, sambil berjalan atau mengelilingi taman baik berjalan kaki maupun bersepeda, dan sajian secangkir minuman jamu.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.