Beda Sunblock dan Sunscreen

Kompas.com - 18/03/2011, 10:08 WIB
EditorDini

KOMPAS.com — Produk kecantikan atau kosmetik saat ini makin bervariasi dan makin modern. Namun, sering kali kita tidak tahu bahan-bahan apa saja yang terkandung dalam kosmetika tersebut. Krim tabir surya, misalnya. Selama ini yang kita tahu tabir surya berfungsi melindungi kulit dari sengatan sinar matahari. Dengan penggunaan rutin, kulit bisa terbebas dari flek hitam dan terhindar dari penuaan dini. Tetapi, apakah sebenarnya kita benar-benar tahu kandungannya?

Seiring dengan kemajuan teknologi, formula pada tabir surya pun makin beragam. Formula yang dinamai dengan berbagai istilah dan tercantum pada label kemasan itu mungkin membingungkan Anda dalam mengartikan dan memahaminya. Misalnya istilah sunscreen dan sunblock.

Banyak yang mengira bahwa sunblock sama dengan sunscreen. Sebenarnya dua produk ini berbeda. Sunscreen, sesuai dengan namanya, berfungsi menyaring (screen, filter) sinar ultraviolet. Artinya, sunscreen menyerap sebagian radiasi ultraviolet dan mengurangi radiasi yang berbahaya untuk kulit. Oleh karenanya para ahli mengklasifikasikannya ke dalam chemical product (produk kimia).

Sementara sunblock, sesuai dengan namanya, berfungsi memblok atau memantulkan sinar ultraviolet. Sunblock memiliki kandungan zinc oxide atau titanium dioxide yang berfungsi memantulkan radiasi UV. Perlindungan yang diberikan sunblock bersifat fisik dan hanya bisa menghalangi sinar UV-B.

UV-A dan UV-B
Sinar UV (ultraviolet), baik UV-A maupun UV-B, merupakan bagian radiasi cahaya yang bersumber dari matahari. Paparan radiasi UV-A maupun UV-B sama-sama bisa menyebabkan kulit menjadi lebih gelap dan sama-sama dapat merusak membran sel sehingga mengakibatkan kulit merah dan terbakar. Radiasi UV-A dan UV-B tidak hanya membuat sel-sel kulit rusak, tapi juga mengganggu mekanisme regenerasi sel. Selain itu, ultraviolet juga bisa meningkatkan produksi melanin, merusak kolagen kulit dan elastisitas kulit di dalam dermis (yang mengakibatkan kulit berkerut), dan mempertebal kulit.

Sinar UV-A memiliki panjang gelombang 320-400 nanometer dan dapat menembus kulit lebih dalam dibanding UV-B. Inilah yang menyebabkan timbulnya penuaan, kerut, dan kanker kulit. Sementara sinar UV-B dengan panjang gelombang 390-420 nanometer bisa merangsang sel melanosit pada jaringan kulit untuk memproduksi warna pada melanin. Hasilnya? Sinar UV-B membuat kulit menjadi mudah terbakar. Jadi, meskipun langit tampak mendung, bukan berarti kita bisa bebas beraktivitas di luar ruangan tanpa memakai krim tabir surya.

Untuk menanggulangi bahaya UV-A dan UV-B, dibutuhkan produk pelindung kulit yang mengandung formula UV-A dan UV-B protection (perlindungan terhadap sinar UV-A dan UV-B). Produk yang bekerja pada permukaan kulit tersebut mampu memantulkan ultraviolet atau menyaring cahaya berbahaya sebelum menembus kulit.

(Ira Nursita)



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X