Menyeimbangkan Energi Feminin dan Maskulin

Kompas.com - 30/05/2011, 16:44 WIB
EditorDini

KOMPAS.com - Dengan kesibukan yang menghimpit, hidup dalam tuntutan dengan banyak target, perempuan diharuskan memainkan banyak peran. Tuntutan untuk selalu tampil sempurna, menghasilkan tekanan yang membuat perempuan memilih figur-figur maskulin sebagai panutan. Perempuan mulai bekerja habis-habisan, meninggalkan perasaan terdalamnya, mulai "ngoyo" seperti yang dilakukan oleh kaum laki-laki.

Hal ini bukan berarti perempuan "menyalahi kodratnya", karena setiap manusia pada dasarnya memiliki dua jenis energi yang sama: energi feminin dan energi maskulin, demikian menurut pakar pengobatan holistik Reza Gunawan. Berdasarkan jenis kelamin, pria akan cenderung menonjolkan energi maskulin dan wanita cenderung menonjolkan energi feminin. Secara kodrat alamiah, energi maskulin berhubungan dengan action (tindakan), ketegasan, dan kejelasan akan arah (tujuan). Sedangkan energi feminin berhubungan dengan ketenangan, merasakan lebih dalam, intuisi, yang lalu melahirkan kreativitas.

Kedua energi tersebut bisa berjalan beriringan secara seimbang, selama Anda bisa mengelolanya dengan bijak. Dengan demikian, manusia juga dapat memilih energi mana yang akan ditonjolkan. Bila digabungkan, kedua energi ini dapat membuat Anda memiliki ketegasan, tindakan, dan tujuan seorang pria, dengan tetap mempertahankan ketenangan, mengalami perasaan yang mendalam, dan memiliki intuisi untuk menghasilkan kreativitas.

"Sebenarnya energi maskulin tidak ada apa-apanya dengan energi feminin. Satu contoh dalam hal pembuahan di dalam rahim. Pria hanya menyumbang satu sel sperma, sedangkan wanita menyumbangkan rahim, merawat janin, bahkan melahirkan, menyusui, dan membesarkan anak. Namun, budaya yang menempatkan wanita sebagai posisi yang lemah membuat wanita cenderung memilih figur-figur maskulin sebagai panutan," ujar Reza, saat talkshow "Energi Wanita: Selaras dengan Diri, Harmoni dengan Semesta" dalam rangkaian acara Women Fiesta di Gandaria City, Jakarta, Minggu (29/5/2011) lalu.

 

Agar Anda dapat melanjutkan kehidupan Anda dengan energi feminin dan energi maskulin yang berjalan seimbang, ada beberapa hal yang bisa Anda lakukan:

1. Berhenti sejenak. Dalam kehidupan yang semakin sibuk, semakin cepat, semakin keras, Anda justru harus lebih banyak berhenti. Berhenti dalam arti Anda memberi waktu untuk melakukan konektivitas dengan diri Anda sendiri. Hening beberapa saat untuk istirahat di sela-sela kesibukan bisa Anda lakukan untuk membuat tubuh dan jiwa Anda mengalami relaksasi.

2. Kenali berbagai rasa yang mungkin Anda lupakan seiring dengan kesibukan. Coba ingat kembali perasaan-perasaan terdalam Anda. Suatu ketika Anda akan benar-benar mampu membedakan antara harapan, kekecewaan, kebahagiaan, ataupun kedukaan. Saat rasa-rasa terdalam itu bisa Anda resapi dan bedakan, Anda akan menemukan sesuatu bernama intuisi. Mengenali intuisi dalam diri bisa membantu Anda mengambil sebuah keputusan baru dalam hidup, atau membuat kreativitas baru yang mungkin bisa mengubah hidup Anda.

3. Belajarlah untuk hidup otentik. Hidup otentik berarti jujur. Sering-seringlah melakukan komunikasi dengan diri sendiri untuk mengetahui apa yang benar-benar Anda rasakan. Belajar untuk hidup jujur dengan apa yang Anda rasakan sehingga Anda bisa menjalankan berbagai peran tanpa harus kehilangan diri sendiri.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X