Mengapa Film Porno Harus Ditonton dengan Suami

Kompas.com - 09/09/2011, 15:55 WIB

KOMPAS.com - Mendapati suami yang gemar menonton film porno memang biasanya membuat perempuan jadi khawatir. Sebenarnya kekhawatiran itu dapat dicegah, bahkan bisa diubah menjadi keuntungan tersendiri, bila Anda bersedia menemaninya nonton bersama. Sebab menurut sebuah studi yang diterbitkan di The Archives of Sexual Behavior, pasangan yang nonton film porno bersama akan membuat hubungan mereka lebih berkomitmen. Kehidupan seksual pun disebut-sebut lebih memuaskan daripada ketika salah satu pasangan saja (tidak harus suami) yang menikmatinya seorang diri.

"Pasangan yang menonton film seksi bersama -45 persen dari pasangan melakukannya- akan berbagi pengalaman seksual bersama, yang lebih sehat bagi ikatan Anda ketimbang jika dilakukan secara diam-diam," ujar Galena K. Rhoades, PhD, dari Department of Psychology, University of Denver. "Selain itu, Anda bisa memilih film yang menarik minat Anda berdua, sehingga Anda memelajari sesuatu yang baru tentang selera seksual satu sama lain."

Sandra Leiblum, PhD, terapis seks dan direktur layanan psikologis di New Jersey Center for Sexual Wellness, Bedminster, sepakat dengan pendapat Rhoades. Aktivitas ini akan memberi manfaat jika dilakukan dengan intensitas, tingkatan, frekuensi, dan tipe tertentu.

"(Film porno) bisa meningkatkan gairah, dan bisa menjadi anugerah untuk pasangan yang mengalami kesulitan mendapatkan rangsangan. Tetapi jika salah satu jadi terpaku menonton filmnya dalam waktu lama, dan mengabaikan pasangannya karena filmnya dianggap begitu menarik baginya, itu baru merugikan. Intinya pada bagaimana film itu digunakan," ujar Leiblum.

Saat pertama kali mengajak suami nonton film panas bareng, ada kemungkinan ia tak akan langsung menerima. Keengganannya mungkin dipicu rasa takut bahwa Anda akan membandingkannya dengan aktor dalam film tersebut. Untuk mengurangi kekhawatirannya, katakan bahwa Anda memahami bahwa mereka hanyalah aktor, sehingga tidak bertindak seperti orang pada umumnya. Yang mereka lakukan adalah situasi ideal untuk mendorong gairah.

Hal lain yang perlu Anda pertimbangkan adalah bagaimana memilih film yang akan sama-sama diminati oleh pasangan. Pria dan wanita seringkali memiliki minat yang berbeda bila menyangkut pencitraan seksual. Pria biasanya akan terstimulasi oleh gambar-gambar secara visual (baca: Pria Suka "Browsing" Wanita Tua dan Gemuk). Foto-foto atau video akan mudah memancing gairahnya.

Sementara itu, perempuan cenderung lebih merespons stimulasi secara verbal. Kalimat-kalimat erotis, baik yang tertulis atau diucapkan, dapat membangkitkan respons seksual yang kuat bagi mereka. Jangan heran bila perempuan gemar sekali membaca novel-novel romantis.


EditorDini

Close Ads X