Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Tidur 9 Jam Bikin Anak Cerdas?

Kompas.com - 14/09/2011, 12:39 WIB
EditorLusia Kus Anna

KOMPAS.com — Jangan pernah sepelekan manfaat dari tidur. Hasil riset terbaru di Spanyol menunjukkan, anak-anak yang waktu tidurnya kurang dari 9 jam ternyata cenderung mengalami penurunan prestasi akademik di sekolah.

Penelitian terbaru, Autonomous University of Barcelona (AUB) dan Ramón Llull University menemukan bukti adanya hubungan antara kebiasaan tidur, jam tidur, dan prestasi akademik anak-anak yang berusia 6-7 tahun.

"Kebanyakan waktu tidur anak kurang dari yang telah direkomendasikan terkait perkembangan intelektual mereka. Ini adalah studi perdana di Spanyol yang membuktikan bahwa kehilangan waktu tidur dan kebiasaan tidur yang buruk dapat memengaruhi kinerja akademik anak-anak sekolah," kata Ramón Cladellas, peneliti di Fakultas Psikologi AUB.

Peneltian dipublikasikan dalam jurnal Cultury Educación, dengan melibatkan 142 sekolah dasar yang terdiri dari 65 anak perempuan dan 77 anak laki-laki dari sekolah yang berbeda. Dalam penelitian tersebut, orang tua diminta untuk mengisi kuesioner tentang jumlah jam tidur anak per malam. Peneliti juga menilai serangkaian keterampilan akademis, seperti komunikatif, metodologis, transversal, dan spesifik.

"Meskipun sampel menunjukkan anak-anak tidur hampir 8 jam, tetapi mereka punya kebiasaan tidur yang buruk, di mana sebesar 69 persen baru kembali ke rumah setelah jam 9 malam dan baru tidur setelah jam 11 malam. Dengan demikian, anak-anak dengan waktu tidur 8 atau 9 jam cenderung memiliki kinerja lebih buruk daripada mereka yang tidur 9-11 jam," katanya.

"Dengan mempertimbangkan hasil yang diperoleh, kami percaya bahwa dengan mendapatkan waktu tidur lebih dari 9 jam secara rutin akan meningkatkan prestasi akademik anak," tambah Cladellas.

Peneliti mengatakan, kehilangan waktu tidur dan kebiasaan tidur yang buruk turut andil dalam memberikan efek negatif, terutama pada keterampilan generik anak (komunikatif, metodologis, dan transversal) yang sangat penting untuk kinerja akademik. Bahkan, anak dengan pola tidur tidak teratur akan membuat kemampuan kognitif, seperti memori, belajar, dan motivasi, lebih rendah.

"Pada akhirnya, kekurangan jam tidur akan mengganggu kemampuan anak dalam hal linguistik, tata bahasa, dan ejaan, dan aspek-aspek kunci terkait pemahaman secara lisan. Kondisi ini bisa berakibat pada penolakan semua mata pelajaran," jelas Cladellas.

Para penulis menyimpulkan bahwa mempertahankan pola tidur yang sehat sejak masih anak-anak turut berkontribusi dalam perkembangan kognitif positif. Peneliti berharap, temuan ini membuat para orang tua menjadi sadar akan masalah yang dapat ditimbulkan akibat kurang waktu tidur.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.