Orang Kurus Karena Tak Pernah Diet

Kompas.com - 28/09/2011, 18:58 WIB
EditorDini

KOMPAS.com - Anda heran mengapa ada orang yang tak pernah terlihat gemuk? Mereka selalu ramping meskipun sudah melahirkan anak, dan mereka bukan model atau selebriti. Sementara, Anda yang selalu menghindari makan malam tak pernah bisa mendapatkan berat badan ideal?

Menurut David Zinczenko, yang menulis buku Eat This, Not That! bersama rekannya, Matt Goulding, orang-orang yang berbakat kurus tanpa disadari menjalankan aturan yang membuat mereka tak akan menambah berat badan. Bila Anda mengetahui dua aturan termudah yang mereka jalankan ini, Anda mungkin akan mendapatkan hasil yang sama.

Tak pernah berdiet
Berbagai studi memperkirakan bahwa penyebab utama pertambahan berat badan di masa depan  adalah karena saat ini kita kerap berdiet. Sebab, dengan membatasi kalori, kita sebenarnya mengurangi kekuatan serta densitas tulang dan massa otot. Padahal, otot adalah pembakar kalori nomor satu. Dengan berdiet, kita sebenarnya sedang membuat berat badan kita makin bertambah kelak.

Studi terbaru yang diterbitkan di jurnal Psychosomatic Medicine juga menunjukkan, melacak pola makan Anda dalam sebuah jurnal makanan ternyata dapat meningkatkan kadar stres. Akibatnya, kadar hormon kortisol pun meningkat. Hormon inilah yang kerap dikaitkan dengan naiknya berat badan.

Agar tubuh tetap langsing tanpa berdiet, coba penuhi asupan serat Anda setidaknya 25 gram per hari. Jumlah itu sama dengan tiga porsi buah dan sayuran. Mengonsumsi serat akan meningkatkan pembakaran lemak hingga 30 persen.

Tak memilih makanan bebas lemak
Sebuah studi dari Eropa yang melibatkan hampir 90.000 orang selama beberapa tahun, mendapati bahwa partisipan yang mencoba mengonsumsi makanan rendah lemak ternyata memiliki risiko menjadi overweight. Artinya, hal ini sama dengan mereka yang makan apa saja yang mereka inginkan.

Kunci dari pola makan ini menurut Zinczenko, adalah bahwa lemak tidak membuat Anda gemuk. Justru Anda membutuhkan lemak dalam pola makan Anda untuk membantu memproses beberapa nutrisi, seperti vitamin A, D, dan E. Sedangkan makanan yang berlabel "bebas lemak" seringkali malah mengandung banyak gula, dan karenanya menyimpan lebih banyak kalori.

American Hearth Association juga mengatakan bahwa label bebas lemak sebenarnya hanya menyebabkan lebih banyak konsumsi pemanis yang tak sehat. Lemak membuat Anda kenyang lebih lama, sedangkan makanan bebas lemak membuat Anda cepat lapar kembali. Akhirnya, Anda pun mencari-cari cemilan lagi untuk memuaskan rasa lapar Anda.

Baca juga:
Ingin Kurus, Makanlah Setiap 4 Jam!
Ingin Kurus, Fokuslah pada Rutinitas Kecil
Jangan Sirik pada Orang Kurus
Langsing Selamanya dengan Sarapan dan Timbang Badan
7 Rahasia Perempuan Langsing

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.