Puteri Indonesia 2011, Maria Selena dari Jawa Tengah

Kompas.com - 08/10/2011, 01:12 WIB
Editorwawa

KOMPAS.com — Mahkota Puteri Indonesia berpindah dari Nadine Alexandra Dewi Ames kepada Maria Selena, perempuan kelahiran Palembang, 24 September 1990, asal Jawa Tengah. Selena menyisihkan kontestan asal Jawa Timur dan Sulawesi Selatan yang berhasil masuk tiga besar di Pemilihan Puteri Indonesia (PPI) 2011.

Dalam balutan busana rancangan Anne Avantie, tiga besar Puteri Indonesia tampil anggun dan percaya diri. Dengan diserahkannya Mahkota Puteri Indonesia kepada Selena (21), posisi Runner-up 1 (Puteri Indonesia Lingkungan 2011) diraih oleh Liza Elly Purnamasari (20) dari Jawa Timur, sedangkan Runner-up 2 (Puteri Indonesia Pariwisata 2011) diperoleh Andi Tenri Gusti Hanum Utari Natassa (19) dari Sulawesi Selatan.

Selena, Liza, dan Natassa sukses membuktikan bagaimana anak daerah juga mempunyai kesempatan yang sama berkiprah di tingkat nasional, termasuk mereka yang berhasil masuk dalam lima besar, seperti Sabrina Chairunnisa (18) dari Sumatera Utara dan Dinda Rizki Hutari (20) dari Yogyakarta, yang tampil elegan dalam balutan busana Intan Avantie.

Ketiga perempuan muda dengan motivasi tinggi dan kepercayaan diri ini membuktikan kemampuannya mengalahkan ketakutan dalam diri untuk berkompetisi dan menggali potensi diri di ajang PPI.

Salah satu juri PPI 2011, Artika Sari Devi (Puteri Indonesia 2004), mengatakan, perempuan muda yang mendaftarkan diri di ajang PPI, apalagi mereka yang berhasil meraih tiket ke seleksi nasional PPI, adalah perempuan yang berani dan mempunyai nyali untuk mengalahkan ketakutan dalam dirinya.

Bagi Artika, Puteri Indonesia mempunyai peran dan mampu berkontribusi. "Tantangan Puteri Indonesia banyak. Ekspektasi masyarakat terhadap Puteri Indonesia juga tinggi dan lebih banyak. Itu adalah tantangan yang harus selalu siap dihadapi Puteri Indonesia dan juga menjadikannya sosok muda yang jauh lebih matang," tutur Artika kepada Kompas Female di sela penjurian saat karantina PPI 2011 beberapa waktu lalu di Jakarta.

Selena, mahasiswi School of Business & Management Institut Teknologi Bandung, mengaku tak berpengalaman mengikuti ajang kecantikan ataupun kompetisi modelling. Namun, keyakinan dan kepercayaan diri yang ditanamkan sejak awal mengikuti PPI membuatnya berhasil memenangkan gelar Puteri Indonesia.

"Saya menargetkan menjadi Puteri Indonesia sejak pertama kali mengikuti PPI. Menjadi Puteri merupakan langkah awal untuk bisa berkontribusi dalam segala bidang," jelas Selena saat jumpa pers di Jakarta, Sabtu (8/10/2011) dini hari.

Sementara bagi Liza dan Natassa, tak ada kata kecewa meski keduanya tak berhasil memenangkan pemilihan. Bagi Liza, mahasiswi The London School of Public Relations kelahiran Malang, 27 Maret 1991, semua finalis adalah pemenang. Natassa, mahasiswi Swiss German University International Business, kelahiran Makassar, 11 Agustus 1992, ini sepakat dengan Liza. Ia tak kecewa meski tak meraih posisi nomor satu.

"Kemenangan tidak hanya disimbolkan dengan posisi satu, dua, tiga, tetapi lebih kepada menyikapi kemenangan setiap harinya. Saya tidak kecewa, dan siap mewakili bangsa di ajang pemilihan berikutnya, di tingkat internasional," tutur Natassa yang memborong sejumlah gelar di ajang PPI 2011, seperti Puteri Indonesia Berbakat dan Puteri Indonesia Favorit.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X