Infeksi Cacing Cambuk Bisa Memicu Anemia - Kompas.com

Infeksi Cacing Cambuk Bisa Memicu Anemia

Kompas.com - 13/10/2011, 09:56 WIB

Kompas.com -  Cacing cambuk (Trichuris trichiura) merupakan jenis cacing yang paling umum. Dalam tubuh manusia ia suka tinggal dalam usus besar, dan hidup dari zat gizi yang terdapat di dalamnya. Dalam kasus yang berat dan menahun ia bisa menyebabkan anemia.

Manusia yang terjangkiti parasit ini disebut menderita penyakit trikuriasis. Menurut Prof.Saleha Sungkar, Ketua Departemen Parasitologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, trikuriasis terjadi jika seseorang menelan makanan yang mengandung telur parasit yang telah mengeram di dalam tanah selama dua sampai tiga minggu.

Larva akan menetas di dalam usus halus lalu berpindah ke usus besar dan menancapkan kepalanya di dalam lapisan usus. "Cacing ini menghisap darah dan menggigit atau melukai dinding usus sehingga membuat perdarahan terus menerus dan menyebabkan anemia," kata Saleha.

Infeksi cacing cambuk yang ringan (cacingnya kurang dari 10) umumnya tidak menimbulkan gejala yang khas. Tetapi jika sudah infeksi berat, selain anemia juga bisa menyebabkan penyakit diare, disentri, nyeri anus dan usus besar keluar menonjol di anus. Diagnosa penyakit cacing cambuk hanya dapat diketahui dengan pemeriksaan feses.

Menurut Saleha, cacing betina dapat mengeluarkan telur sebanyak 3.000-10.000 per harinya. Ukuran cacing cambuk betina biasanya sekitar 5 cm, sedangkan jantan 4 cm.

Ia menambahkan, penyebab utama anak menderita kecacingan bermain di tanah tanpa alas kaki, serta pola hidup masyarakat yang kurang menjaga kebersihan. Karena itu berbagai tindakan yang dilakukan untuk menggiatkan pola hidup bersih menjadi kunci pencegahan infeksi kecacingan.

"Pencegahan bisa dilakukan dengan minum air yang sudah dimasak, cuci tangan dengan sabun sebelum makan, cuci tangan sesudah kontak dengan tanah, gunting kuku teratur, dan buang air di jamban, bukan di got atau sungai," katanya.

Bagi anak yang sudah terinfeksi cacing cambuk, lanjut Saleha, upaya pengobatan bisa dilakukan dengan berkonsultasi kepada dokter.


EditorLusia Kus Anna

Close Ads X