Kompas.com - 15/11/2011, 12:11 WIB
Editorwawa

KOMPAS.com - Seperti janjinya, delapan desainer busana muslim dari Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia (APPMI) memberikan kejutan di fashion show pembuka hari ketiga Jakarta Fashion Week (JFW) 2012.

Para perancang busana muslim dari Jakarta dan Bandung ini menampilkan pertunjukkan fashion menyegarkan, melalui koleksi busana muslim yang baru dan beda. Nuansa tradisional Indonesia tetap menonjol dalam busana muslim urban-modern. Perpaduan budaya berbagai bangsa juga menonjol dalam total 48 busana muslim.

Koleksi busana muslim perancang APPMI ini juga menjadi sumber inspirasi busana muslim siap pakai yang cocok dikenakan perempuan muda sehari-hari. Seperti street wear kasual dengan gaya urban yang ditampilkan Monika Jufry dalam enam set busana muslim bertema Urbanic.

Busana muslim siap pakai 2 Pose rancangan Monika ini menggunakan bahan kaos yang nyaman dikenakan sehari-hari dengan batik Jawa sebagai aksen dan detil yang memberikan penampilan etnik. Pemilihan warna netral dan warna yang sedang tren saat ini seperti merah marun menambah kesan trendi pada busana muslim rancangan Monika. Identitas budaya Indonesia juga melekat manis di busana muslim rancangannya. Meski tak menonjol, aplikasi aksen dan detil batik di bagian lengan, di bagian dalam luaran, juga di kerudung memberikan keindahan tersendiri di busana muslim urban ini. 

"Koleksi Monika cocok untuk digunakan harian. Bahan kaos sedang tren saat ini untuk busana muslim," tutur Dina Sishudayani, kepada Kompas Female di sela pertunjukkan APPMI, Senin (14/11/2011) lalu.

Dina, pemilik butik Diaz Fashion di pusat perbelanjaan di Jakarta dan Depok ini mengaku koleksi terkini dari perancang busana muslim Indonesia lebih kreatif, modis dan modern. Tren busana muslim yang diciptakan dan ditampilkan perancang busana di JFW 2012 juga menjadi inpirasi tren di industri ritel fashion.

"Di kalangan menengah, tren busana muslim selalu berubah setiap minggu," aku Dina yang menilai koleksi Monika mampu memenuhi selera pasar. Karena menurutnya, pengguna busana muslim membutuhkan pilihan busana yang modis dan nyaman digunakan sehari-hari, selain juga untuk busana pesta dan acara formal lainnya.

Desainer muda Dian Pelangi juga tampil memukau di pagelaran busana dari APPMI didukung BRI ini. Dian menampilkan enam busana yang kental dengan karakternya, padu padan warna dan konsisten menggunakan tenun dan songket dipadukan dengan sifon sebagai materialnya.

Kali ini Dian tampil berbeda. Mengangkat tema Pelangi dari Rusia, Dian menampilkan koleksi busana muslim untuk musim dingin, dengan bahan yang tebal  kental dengan nuansa musim dingin. Maklum, Dian menyiapkan koleksi terbarunya ini untuk bersiap menuju perhelatan fashion muslim di Paris, Desember nanti.

Model busana longgar, rok lebar, busana lipit menjadi penerjemahan Dian atas budaya Rusia sumber inspirasinya. Di akhir pertunjukkannya, pendiri komunitas perempuan muda berhijab, Hijabers Community ini, mendapat sambutan meriah. Hand bouquet tak hentinya menyambut Dian di panggung JFW 2012 sebagai bentuk apresiasi dan dukungan terhadapnya.

Halaman:
Baca tentang


    Video Pilihan

    26th

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.