4 Larangan tentang Sarapan

Kompas.com - 04/12/2011, 09:33 WIB
EditorDini

KOMPAS.com - Kehidupan sebagai komuter di Jakarta atau kota-kota besar lainnya membuat kita merasa tak punya waktu untuk sarapan. Sampai di kantor, rasa lapar mendera, namun terpaksa dilupakan karena sudah dihadang pekerjaan yang menumpuk. Kalaupun akhirnya menyempatkan sarapan di kantor, menunya pun menyesuaikan dengan penjaja makanan di sekitar kantor, seperti gorengan, bubur ayam, lontong sayur, mi instan, atau donat yang tersaji di coffee shop dekat kantor. Situasi ini membuat sesi sarapan menjadi tidak wajib dan tidak terkendali. Padahal, untuk urusan sarapan, ada empat larangan yang perlu Anda hindari:

Melewatkannya. Masih banyak orang yang melewatkan sarapan, entah karena tak sempat atau karena merasa tak perlu. Padahal sarapan fungsinya membantu mendongkrak metabolisme setelah metabolisme Anda melambat saat tidur malam. Selain itu, sarapan juga bisa menjadi alat untuk memelihara berat badan. Konsumsilah menu sarapan yang sehat untuk memastikan energi, otak, dan berat badan, selalu terjaga.

Menundanya. Waktu terbaik untuk sarapan adalah satu jam setelah Anda bangun tidur. Sebisa mungkin tidak menundanya, kecuali Anda punya ritual olahraga lebih dulu dan ngemil sebelumnya untuk menambah energi. Sekitar 30 menit hingga dua jam setelah olahraga, pastikan Anda menyiapkan menu sarapan yang mengandung karbohidrat dan protein untuk mengembalikan energi tubuh Anda.

Melupakan serat (dan protein). Menu sarapan yang mengandung serat dan protein membantu Anda merasa kenyang lebih lama, sehingga Anda tidak tergoda untuk ngemil lagi sebelum waktu makan siang. Nikmati, misalnya, nasi pecel komplit, atau bubur manado. Jika tak ingin menu yang terlalu mengenyangkan, coba siapkan telur dadar dengan isi sayuran, atau roti gandum dengan selai kacang. Sebaiknya Anda tidak sarapan dengan kue-kue yang manis, karena akan membuat Anda cepat merasa lapar dan lesu.
    
Minum kopi berlebihan. Secangkir kopi di pagi hari memang akan banyak membantu, misalnya menajamkan pikiran dan mengurangi risiko berbagai penyakit. Namun batasi konsumsi kopi Anda sebanyak satu atau dua cangkir saja sehari, agar Anda tidak merasa gelisah, atau meningkatkan risiko tekanan darah tinggi. Jika Anda biasa minum dua cangkir kopi, cobalah mengganti cangkir kedua Anda dengan teh hijau yang mengandung antioksidan. 

Baca juga:
Haruskah Sarapan Kalau Tidak Lapar?
Sarapan Enggak Harus yang "Nendang"

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.