Membara Memotivasi Kaum Hawa dan Dhuafa - Bagian II (Habis) - Kompas.com

Membara Memotivasi Kaum Hawa dan Dhuafa - Bagian II (Habis)

Kompas.com - 09/12/2011, 20:49 WIB

KOMPAS.com - Apapun pilihan profesinya, perempuan punya kekuatan dari dalam dirinya untuk berdaya. Perempuan mampu berbuat lebih untuk memberdayakan dirinya, keluarga, juga lingkungan di sekitarnya. Sayangnya, banyak perempuan yang tak menghargai diri sendiri seutuhnya. Tak sedikit perempuan yang masih perlu di ketuk hatinya, untuk bangkit memberdayakan dirinya.

Ketika perempuan bangkit dan berdaya, akan muncul generasi baru yang lebih baik. Karena perempuan adalah juga seorang ibu, sosok kuat dalam keluarga yang mencetak generasi muda, calon pemimpin masa depan. Kekuatan terpendam dalam diri perempuan inilah yang memotivasi Ainy Fauziyah, CPC, CHt, untuk konsisten menjalani profesi pilihannya, motivator.

Super Women Mulia
Bagi Ainy, perempuan yang mulia adalah mereka yang mau belajar, berubah, dan berusaha mewujudkan apa yang ingin dicapainya. Setiap perempuan  adalah mulia, karena tersimpan kekuatan dalam dirinya. Kekuatan inilah yang harus dibangkitkan, dengan bantuan dorongan motivasi dari orang lain. Di sinilah pentingnya peran motivator kehidupan.

Sebagai Motivator Life dan Leadership, Ainy mencurahkan perhatiannya kepada kaum hawa. Ia pun merancang Super Women Mulia, sebuah program motivasi leadership dan pemberdayaan diri untuk perempuan dari berbagai kalangan. Perempuan yang memilih menjadi ibu rumah tangga hingga perempuan yang memilih berkarier di berbagai bidang.

"Program motivasi ini menyasar komunitas. Bentuknya sebuah kelas motivasi untuk 20 perempuan," ungkap perempuan yang sukses memberikan pelatihan leadership di berbagai perusahaan nasional dan multinasional, juga personal coaching, melalui motivasi yang digabungkan dengan teknik hypnoterapi, juga pendekatan religi.

Melalui Super Women Mulia, Ainy ingin membantu perempuan menjadi sosok yang lebih bertanggungjawab terhadap diri, suami, anak, lingkungan, dan berusaha mewujudkan impiannya. "Kalau memilih menjadi ibu rumah tangga, perempuan harus menjadi ibu rumah tangga yang spesial, yang juga berdaya terhadap lingkungannya," jelas perempuan yang  selalu merasa termotivasi dengan Oprah Winfrey dan semua perempuan inspiratif yang ditemuinya sepanjang perjalanan hidupnya.

4 nilai
Perempuan yang juga terpilih sebagai satu dari 100 Perempuan Terinspiratif Indonesia 2011 oleh Majalah Kartini ini menyebutkan empat nilai yang harus dimiliki perempuan. Ia menyampaikan empat nilai ini di setiap kelas motivasi untuk komunitas, maupun saat pelatihan leadership bagi perusahaan. Jujur, tanggungjawab, empati, menghormati perbedaan, inilah integritas yang harus ada dalam diri setiap orang, apalagi perempuan.

Setiap kali memotivasi orang lain, terutama perempuan, pesan utama yang disampaikannya penuh semangat adalah bangga menjadi diri sendiri dan berani lah bermimpi. Anda boleh bermimpi apa saja, dengan tanggung jawab dan kejujuran sebagai kontrolnya.

"Saya selalu mendorong perempuan untuk hidup jujur dan bertanggung jawab. Kejujuran dalam pikiran ucapan, dan tindakan. Jangan takut melakukan apa yang diinginkan, yang penting tanggung jawab atas diri. Berani bermimpi tapi juga berani bertanggung jawab. Jangan hanya melihat sesuatu yang indah, tapi berusahalah mewujudkannya," jelas Ainy memotivasi.

Siapa yang butuh motivator?
Ainy adalah seorang motivator sekaligus Certified Professional Coach, Hypnotherapist, Licensed NLP Master Practitioner, yang memiliki keahlian di bidang leadership, interpersonal, performance, karier, eksekutif, life serta parenting. Berpegang pada Ainy Methods, ia menyebarkan motivasi kepada orang lain agar sukses meraih mimpi melalui kejujuran, komitmen, konsistensi, kegigihan, keyakinan, keikhlasan, dan fokus pada tindakan nyata.

"Motivasi dibutuhkan oleh mereka yang ingin maju dan bangkit, bukan orang yang putus asa dan tak mau membangkitkan dirinya," jelas Ainy.

Hidup adalah belajar, itulah sebabnya setiap orang yang mau berkembang membutuhkan motivasi. Menurut Ainy, pilihannya menjadi motivator merupakan tindakan yang tepat dan memberikan kepuasan tersendiri. Apalagi ketika orang yang mendapatkan motivasi darinya berhasil mewujudkan impian.

Meski pilihannya menjadi motivator sempat diragukan, Ainy membuktikan kekuatan mindset dan motivasi diri dapat membantu sesorang menjadi sukses. Bagi Ainy, motivator dibutuhkan di tengah masyarakat yang sedang bergerak maju, termasuk di Indonesia. Keyakinan inilah yang membuatnya sukses menjadi motivator, dan bahkan jalan hidup inilah yang membuatnya dikenal sebagai perempuan inspiratif, dengan meraih beberapa penghargaan dan apresiasi berskala nasional.

Tak hanya berdaya secara finansial sebagai motivator, Ainy juga memberdayakan diri dan kemampuannya untuk memberikan motivasi sosial. "Saya fokus memberikan motivasi pada anak-anak, terutama anak yatim piatu dan dhuafa," katanya.

Anak-anak membutuhkan motivasi, sebagai bentuk perhatian atas impian yang mereka miliki. Anak-anak yatim piatu dan dhuafa ini juga membutuhkan sentuhan motivator, kata Ainy yang mengaku ingin terus mendedikasikan dirinya untuk mendorong anak-anak kalangan menengah bawah untuk mewujudkan mimpinya.

Seminar gratis
Banyak impian yang masih ingin dikejar Ainy. Menjangkau sebanyak mungkin perempuan, membantu mereka fokus pada kualitas diri dan bergerak maju karenanya, adalah misi besar Ainy berikutnya.

"Saya ingin mengadakan seminar motivasi gratis untuk sebanyak mungkin perempuan, mudah-mudahan ada jalan untuk itu nantinya," harap pemilik personal & professional development Ainy Coaching ini.

Selain memotivasi melalui berbagai seminar, pelatihan, coaching, Ainy juga menulis. Baginya, sebuah tulisan punya pengaruh besar untuk memotivasi orang lain. Ia pun rutin menulis melalui buku, blog, dan situs jejaring sosial. Ainy adalah sosok perempuan yang selalu membara saat berbicara mengenai keinginannya untuk berbagi, dan memotivasi orang lain untuk berani bermimpi. "Jangan pernah takut bermimpi, dan juga berbagi," tegasnya sekali lagi.

Baca juga:
Membara Memotivasi Kaum Hawa dan Dhuafa - Bagian 1


Editorwawa

Close Ads X