Mengapa Sushi Chef Didominasi Kaum Pria?

Kompas.com - 11/12/2011, 22:21 WIB
EditorDini

KOMPAS.com - Saat Anda bersantap di rumah makan sushi, mungkin Anda pernah memperhatikan bahwa sebagian besar chef-nya laki-laki. Padahal, tidak ada larangan khusus bagi chef perempuan untuk menjadi seorang sushi chef. Di Jepang sendiri sampai sekarang profesi sushi chef masih didominasi oleh kaum pria.

"Tetapi ada juga beberapa tempat (di Jakarta) yang memiliki chef perempuan," ungkap Chef Koesriandi Firdaus dari Sakura Japanese Restaurant kepada Kompas Female, beberapa waktu lalu di Jakarta.

Ternyata hal ini bukanlah kebetulan. Sushi chef ini banyak didominasi kaum pria karena ternyata suhu tubuh pria lebih dingin daripada suhu tubuh perempuan. Suhu tubuh perempuan yang lebih panas akan mengalir melalui kedua belah tangan dan keluar ke sushi yang dibuat. Sehingga, akan berpengaruh pada kualitas daging mentah yang digunakan, seperti tuna, salmon, dan lain-lainnya.

"Suhu tubuh yang panas bisa menurunkan kualitas daging, sekaligus mengubah warna daging sehingga terlihat menjadi kurang segar," ungkapnya.

Selain soal suhu tubuh, seorang sushi chef juga dituntut untuk memiliki ketepatan dan kecepatan dalam mengolah daging mentah. Sushi yang enak adalah yang dagingnya masih segar. Jika sushi chef tidak bekerja cepat maka daging akan terlalu lama terpapar suhu ruang. Hal ini akan berakibat pada menurunnya kesegaran daging ini.

Kecepatan dalam membuat berbagai jenis sushi juga sangat diperlukan. Karena ukuran sushi yang kecil, yaitu sekitar 100 gr per potong, orang biasanya mampu menyantap sushi dalam waktu yang cepat. Sushi juga dibuat untuk sekali gigit sehingga akan cepat habis. Nah, di sinilah kecepatan pembuatan sushi benar-benar diuji. Pemilihan bahan, pembuatan nasi, sampai penggulungan sushi, akan lebih cepat jika dilakukan oleh kaum pria.

Kedua hal inilah yang menjadi pembanding antara sushi chef pria dan wanita. Meski demikian, hal ini tidak berarti perempuan tidak bisa menjadi seorang sushi chef. Melatih kecepatan, ketelitian, dan kesigapan dalam membuat sushi, bisa menjadi nilai tambah bagi seorang chef perempuan untuk berfokus menjadi sushi chef.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X