Indonesia Beri Warna Fashion Muslim Dunia

Kompas.com - 31/12/2011, 11:40 WIB
Editorwawa

KOMPAS.com -  Indonesia layak menjadi kiblat muslim dunia. Inilah catatan penting di penghujung 2011 yang datang dari pengalaman desainer muda Diandra Wahyu Utami (20) atas keterlibatannya di International Fair of the Moslem World 2011 di Le Bourget, Paris, Perancis, 14-19 Desember 2011 lalu.

Kepercayaan diri ini didasari atas fakta bahwa busana muslim rancangan desainer Indonesia, mendapat sambutan meriah sekaligus apresiasi dari masyarakat Eropa, di Paris khususnya. Rupanya, busana muslim kreasi desainer ternama tak hanya memukau di kalangan pecinta mode Indonesia sepanjang 2011. Rancangan busana muslim Indonesia dianggap paling fashionable namun tetap sesuai pakem berbusana muslim.

Sambutan meriah
Desainer yang populer dengan nama Dian Pelangi ini menjelaskan, pengunjung pameran kebanyakan adalah orang Arab yang tinggal di Paris, seperti dari Tunisia, Morocco, Turki, Mesir, Yordania sampai Lebanon. Selain juga masyarakat Paris itu sendiri, juga beberapa dari negara tetangganya seperti Italia, Spanyol, Jerman.

"Respons terhadap rancangan busana muslim Indonesia bagus sekali, baik di pameran ataupun di fashion show. Mereka takjub dengan busana muslim Indonesia, termasuk cara berkerudung muslimah Indonesia dengan gaya unik dan menarik. Saat fashion show, responsnya juga luar biasa. Ketika baju pertama keluar dari Indonesia, disambut dengan riuh tepuk tangan dan bahkan standing applause. Mereka salut karena memang busana muslim Indonesia yang paling fashionable tapi tetap sesuai syariat," jelas Dian kepada Kompas Female melalui surat elektronik sepulang dari Paris.

Dian tak datang sendiri membawa koleksi busana muslim buatan Indonesia di ajang bergengsi di Eropa ini. Dipayungi oleh Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia (APPMI), Dian mewakili Indonesia mengenalkan busana muslim di Eropa bersama desainer ternama lainnya seperti  Nunik Mawardi, Anne Rufaidah, Monica Jufry, Najua Yanti, Hannie Hananto, Irna Mutiara, Nieta Hidayani, Malik Moestaram dan Boyonz Ilyas. Desainer Amy Atmanto juga ditunjuk pemerintah untuk turut mengenalkan busana Indonesia di ajang fashion muslim di Paris ini. Tak ketinggalan, turut mendampingi, Eka Shanty yang giat menggaungkan misi Indonesia sebagai kiblat fashion muslim dunia melalui Indonesia Islamic Fashion Consortium (IIFC).

Warna baru dari Indonesia
Selain desainer Indonesia, 10 desainer Paris juga menghadirkan koleksi busana muslim di ajang fashion ini.  Menurut Dian, rancangan busana muslim desainer Paris ini wearable dan kasual. "Desainnya bagus dan harganya relatif murah sehingga bisa masuk di semua kalangan," kata Dian mengamati fashion muslim Eropa.

Indonesia hadir memberikan sentuhan berbeda dalam fashion muslim, terutama penggunaan material yang istimewa, seperti kain tradisional khas nusantara. "Desain Indonesia juga sangat menarik, pastinya memberi warna baru dalam muslim fashion dunia," lanjut perancang busana asal Palembang yang dipilih sebagai penampil pembuka di ajang peragaan busana muslim Paris ini.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Paris sebagai salah satu kiblat fashion dunia, ditinggali para pecinta mode yang tentunya melek tren. Warna terang menyala yang menjadi tren 2011 lalu rupanya digemari masyarakat setempat. Alhasil, tak sulit bagi busana muslim Indonesia, terutama rancangan Dian Pelangi, yang dikenal berani bermain warna, untuk menggaet perhatian penggemar mode di Paris.

"Kalau orang Arab cenderung menyukai warna gelap karena mereka memang seringkali diharuskan menggunakan baju gelap seperti hitam atau abu abu. Tapi orang Paris lebih suka busana berwarna cerah dan unik, malah cenderung suka warna yang agak shocking," jelas Dian.

Koleksi busana Dian Pelangi yang juga ditampilkan di pekan mode Jakarta Fashion Week 2012 November lalu juga diminati penggemar mode di Paris. Pasalnya, pendiri Hijabers Community ini lebih banyak membawa busana bermodel coat. Kejelian melihat kebutuhan pasar membuat coat rancangannya laris manis di Paris. "Karena memang di sana sedang musim dingin dan coat saya hampir sold out," tambahnya.

Halaman:
Baca tentang


    26th

    Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.