Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Dokter Penyakit Dalam Diberdayakan Atasi Kanker

Kompas.com - 03/02/2012, 15:41 WIB
EditorAsep Candra

JAKARTA, KOMPAS.com - Jumlah kasus baru penyakit kanker di Indonesia terus meningkat. Di Pulau Jawa saja, tercatat setidaknya ada 500.000 kasus baru kanker setiap tahun. Ironisnya, jumlah dokter di Tanah Air yang memiliki keahlian di bidang kanker (onkologi medik) tidak lebih dari 70 orang. Alhasil, penanganan pasien kanker di Indonesia belum optimal. Padahal, penanganan optimal dari awal hingga akhir rangkaian terapi sangat menentukan keberhasilan pengobatan pasien.

"Kita menyadari bahwa tidak semua dari 500.000 penderita kanker yang mendapatkan pengobatan sebagaimana seharusnya. Banyak di antara mereka yang berobat keluar dan sebagian besarnya lagi tidak tahu ke mana," kata Dr. Ronald A Hukom SpPD, KHOM, Ketua Konferensi Nasional Perhimpunan Hematologi Onkologi Medik Penyakit Dalam Indonesia (Perhompedin) I, Jumat, (3/2/2012), di Jakarta.

Untuk mengatasi hal ini, Perhompedin berupaya meningkatkan peran dokter spesialis penyakit dalam (internis) agar dapat bekerja sebagai mitra dalam menangani kanker. Perhompedin menyadari bahwa dukungan dokter penyakit dalam sangat diperlukan untuk menjangkau pasien kanker dan menjembatani para dokter yang terlibat dalam terapi.

"Dokter spesialis penyakit dalam di seluruh Indonesia ada sekitar  2.400 orang. Tentu dengan membantu yang 70 orang ini, akan sangat banyak memberikan manfat bagi pasien kanker," katanya.

Ronald melihat, dengan keterbatasan tenaga ahli, banyak pasien kanker berobat tidak pada tempatnya. Hal tersebut lanjut Ronald, semakin diperparah dengan banyaknya iklan-iklan di koran dan televisi yang menjanjikan kesembuhan pasien kanker. "Selama ini dokter penyakit dalam kurang disertakan. Karena ada anggapan bahwa penanganan kanker tidak harus menyertakan ahli penyakit dalam," jelasnya.

Dengan menggandeng para ahli penyakit dalam, Ronald berharap para dokter yang terlatih tesebut nantinya dapat memberikan akses penanganan terapi sistemik kanker secara tepat dan profesional kepada pasien kanker.  "Dokter ahli dalam sudah punya dasar-dasar yang cukup untuk ikut menangani kanker sampai batas tertentu seperti misalnya pengobatan sistemik, dan suportif," tutupnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.