Valentine, Waktunya Anda dan Dia Saling Memahami

Kompas.com - 14/02/2012, 12:05 WIB
Editorwawa

KOMPAS.com - Rutinitas yang Anda dan dia jalani sehari-hari, terutama bagi pasangan bekerja, dapat berdampak pada hubungan. Anda boleh saja bertemu dengan pasangan setiap hari, namun belum tentu sikap saling memahami bertumbuh atau bahkan justru semakin memudar. Hari Valentine, meski tak semua orang merayakannya, dapat Anda jadikan sebagai momen untuk memperbaiki diri dan kualitas hubungan berpasangan. Langkahnya sederhana saja, lakukan berbagai kegiatan kecil bersama di rumah, dengan tujuan memanfaatkan kesempatan untuk saling memahami kembali pribadi masing-masing.

Joanne Warsito, pendiri dan CEO Matchactually-Asia, menyarankan beri waktu untuk Anda dan dia, memanfaatkan momen hari kasih sayang dengan memberi kesempatan pada diri sendiri dan pasangan, untuk saling memahami. Caranya bisa beragam, dan Anda bersama pasangan bisa menciptakan sendiri rencana kreatif untuk membangun kebersamaan dan menumbuhkan sikap saling memahami ini.

"Saya dan suami biasanya cuti sehari, dan menikmati waktu di rumah berduaan. Setelah mengurus anak-anak beraktivitas di pagi hari, kami berdua di rumah. Suami saya biasanya memasak. Dia ingin menonton film secara marathon. Saya berpikir untuk mengajaknya manicure-pedicure. Ciptakan kreativitas bersama pasangan, dengan mengkomunikasikan apa yang mau dilakukan dengan banyak cara," jelas Joanne kepada Kompas Female di Jakarta, belum lama ini.

Prinsipnya, kata Joanne, lakukan berbagai hal yang ingin Anda dan dia lakukan, namun belum sempat diwujudkan. Makan malam romantis berduaan saja misalnya. Atau tak perlu ke luar rumah, nikmati saja waktu berduaan di rumah sambil bersantai mengulas masa lalu Anda dan dia. Kebersamaan dan komunikasi yang dibangun seperti ini dapat membantu Anda dan dia untuk lebih memahami kembali pribadinya, selain tentunya menumbuhkan rasa cinta.

Agar semua rencana Anda berjalan mulus, sebaiknya tidak berekspektasi dan jalani dengan mengalir saja. "Hapus ekspektasi pada pasangan," kata Joanne lugas. Ia mencontohkan, banyak pasangan berkencan yang akhirnya putus saat merayakan Valentine. Penyebabnya adalah ekspektasi tinggi terhadap pasangan, biasanya dari pihak perempuan. "Cintai pasangan dengan tulus, jangan berekspektasi macam-macam terhadap pasangan," jelasnya.

Kunci suksesnya menikmati momen kebersamaan seperti ini adalah komunikasi. Kalaupun Anda ingin pasangan melakukan sesuatu hal, bicarakanlah, bukan dengan menyimpan ekspektasi tinggi dan kecewa ketika si dia tak melakukan apa yang Anda mau. Apa pun yang Anda dan dia ingin lakukan, awali dengan komunikasi, dan berikan alasan kuat dari setiap pandangan yang Anda sampaikan. "Orang mungkin tidak bisa berubah, tapi bisa diberitahu, dan harus ada alasan kuat yang membuat orang lain mau menjalankan sesuatu," tandasnya.

Baca tentang


    25th

    Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X