Aturan Main jika Si Kecil Ingin Hujan-hujanan

Kompas.com - 21/02/2012, 18:48 WIB

KOMPAS.com - Bermain hujan-hujanan sesungguhnya banyak memberikan manfaat bagi si kecil usia prasekolah. Utamanya adalah mengembangkan kecerdasan naturalis sebab dengan melihat dan merasakan hujan, si prasekolah berkesempatan mengamati fenomena alam. Saat si prasekolah merasakannya, alangkah baiknya jika orangtua mendampingi. Anda bisa menjelaskan berbagai manfaat juga bahaya dari hujan.

Ketika si prasekolah bermain hujan bersama teman-temannya sambil berlarian atau bermain sepak bola, ia sedang mengembangkan motorik kasar dan halus, serta mengembangkan keterampilan bersosialisasi. Jadi, tak hanya memberikan stimulasi motorik, tapi juga kognitif dan sosial. Meski punya banyak manfaat, ada sejumlah hal yang perlu diperhatikan jika si prasekolah ingin bermain hujan-hujanan. Dr R Herman Waluya, SpA, dari RSIA Hermina Bogor menjelaskan aturan mainnya:

1. Cermati kondisi fisik dan kesehatan anak.

Pada rentang usia 3-5, kondisi kesehatan anak sedang rentan. Anak mudah sakit bila tercemar oleh kuman. Saat bermain hujan-hujanan, anak bermain di tanah yang becek, sementara kuman seperti pseudomonas dapat menjadi pemicu terjadinya radang paru. Untuk itu penting mencermati kondisi fisik dan kesehatan anak. Pastikan anak dalam keadaan sehat. Jangan sedang sakit, meski itu hanya batuk pilek yang tidak disertai demam.

2. Gunakan jas hujan dan sepatu bot.

Untuk pelindung tubuh dari terpaan angin dan air hujan yang deras, minta anak menggunakan jas hujan dan sepatu bot. Jas hujan mampu melindungi tubuh si prasekolah agar tidak terlalu kedinginan. Perbedaan suhu yang terlalu ekstrem antara tubuh dan lingkungan dapat menyebabkan anak sakit. Sedangkan sepatu bot dapat melindungi kaki dari kuman bila bermain becek-becekan.

3. Perut dalam kondisi kenyang.

Perut kenyang mampu menjaga stamina tubuh tetap baik. Bila perut kelaparan dan terterpa air hujan dapat menyebabkan kedinginan serta perut kembung karena masuk angin dan kedinginan.

4. Lakukan setelah beristirahat.

Bermain hujan sebaiknya dilakukan setelah cukup beristirahat. Misalnya setelah tidur siang. Kondisi lelah dan mengantuk dikhawatirkan dapat menyebabkan si prasekolah terjatuh karena tidak konsentrasi.

5. Batasi waktunya.

Satu hal yang patut diingat, si prasekolah juga tidak berlama-lama bermain hujan. Idealnya sekitar 30 menit. Sebaiknya jangan mudah terpancing ketika si prasekolah merengek meminta mengulur waktu. Waktu yang sudah ditetapkan dapat dimanfaatkan untuk melatih disiplin. Pun kalau terlalu lama bermain hujan akan menyebabkan si prasekolah kedinginan.

6. Segera bilas dengan air bersih setelah bermain hujan.

Bilas tubuh dengan air bersih dan gunakan sabun, agar tidak ada kuman-kuman yang menempel di tubuh. Tak harus membilas dengan air hangat, dengan air dingin pun tidak apa-apa. Karena tujuan membilas tubuh untuk membersihkan tubuh dari kuman-kuman penyakit. Namun, bila si prasekolah tampak menggigil, bilaslah dengan air hangat.

7. Segera mengonsumsi makanan atau minuman hangat.

Ketika bermain hujan dan seusainya, tubuh bisa kedinginan. Suhu tubuh bisa lebih rendah dari suhu lingkungan sekitar. Idealnya suhu tubuh sekitar 36-37 derajat Celcius. Bila kurang dari 35 derajat Celcius dapat menyebabkan anak-anak menjadi sakit. Untuk itu, demi menghangatkan suhu segera berikan makanan atau minuman hangat.

(Utami Sri Rahayu)



Editorwawa

Close Ads X