Pentingnya Memeluk Anak Saat Tidur

Kompas.com - 05/03/2012, 15:57 WIB
EditorDini

KOMPAS.com -  Keberhasilan dan tumbuh kembang optimal anak sangat dipengaruhi oleh perhatian dari orangtuanya. Sayangnya, menurut sebuah survei yang dilakukan oleh Oreo terhadap 20 negara termasuk Indonesia, sekitar 85 persen orangtua tidak memiliki waktu untuk anak-anak mereka. "Sebagian besar dari mereka menghabiskan waktunya untuk bekerja demi memenuhi kebutuhan anak," ungkap psikolog Anna Surti Ariani, SPsi, Msi, dalam diskusi Oreo di Graha Inti Fauzi, Jakarta Selatan, beberapa waktu lalu.

Sebenarnya orangtua selalu menyadari pentingnya kedekatan mereka dengan anak-anak. Buktinya, survei tersebut juga mengungkapkan bahwa sekitar 79 persen orangtua menganggap bahwa menghabiskan waktu dengan anak lebih penting daripada hal-hal lainnya. Tuntutan pekerjaan dan ekonomi lah yang membuat mereka kekurangan waktu untuk bertemu anak. Padahal, pada dasarnya orangtua dan anak saling membutuhkan cinta dan perhatian satu sama lain. Bila tak mendapatkannya dari salah satu pihak, keharmonisan keluarga tidak akan terasa lengkap.

"Sebenarnya ada cara yang mudah dan bisa dilakukan untuk menunjukkan perhatian setiap saat, sekalipun anak tertidur, yaitu memeluknya," ujar Anna.

Jika Anda harus berangkat kerja pagi-pagi saat anak belum bangun, dan kembali ke rumah setelah anak sudah tidur, peluklah anak. Jangan ragu untuk menemani mereka tidur bersama sesekali. Tindakan ini akan membantu untuk menimbulkan perasaan sayang dan ikatan batin yang lebih kuat dengan anak. Ketika anak sedang tidur, biasanya mereka akan berada pada gelombang alpha, yang masih memungkinkan anak untuk menerima rangsangan dan getaran perasaan sayang dari orangtuanya.

"Cara ini juga akan memperkuat bonding antara orangtua dan anak, meskipun dilakukan di alam bawah sadar," tambahnya.

Khusus untuk anak balita, ada cara lain yang menurut Anna bisa dilakukan untuk memperkuat bonding, yaitu dengan kekuatan pikiran. Ketika meninggalkan anak bayi dan balita untuk bekerja, para ibu biasanya akan merasa bersalah. Untuk mengatasinya, sering-seringlah untuk memikirkan mereka setiap saat.

"Kekuatan pikiran orangtua terhadap anaknya yang masih bayi dan balita bisa membantu meningkatkan ikatan batin antara mereka. Jadi sering-seringlah memikirkan anak-anak jika memang tak bisa menghabiskan waktu bersama-sama," tambahnya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X