Pria Salah Persepsi tentang Perempuan

Kompas.com - 09/03/2012, 18:47 WIB
Editorwawa

KOMPAS.com - Kebanyakan pria merasa sudah mengetahui semua hal, termasuk tentang perempuan. Namun kenyataannya, tak sedikit pria yang masih saja sendirian tanpa pasangan, lantaran salah persepsi tentang perempuan. Apa yang ada di pikiran pria, tentang perempuan, boleh jadi hanya asumsi pribadi yang kemudian digeneralisasikan. Sehingga akhirnya pria menganggap semua perempuan sama.

Sikap seperti ini bisa mengundang konflik pada pasangan, apalagi jika tidak dikomunikasikan. Jika Anda menemukan persepsi seperti ini dalam diri si dia, tak ada salahnya membuka ruang diskusi agar perlahan si dia mengubah cara berpikirnya yang tak sesuai dengan kenyataan sebenarnya.

Kutu buku
Pria menganggap perempuan tidak menyukai si kutu buku. Tergantung, kutu buku seperti apa. Kalau beranggapan perempuan tidak menyukai pria di bidang sains, pasar saham, politik, ekonomi, komputer, ini salah besar. Justru, pria seperti ini menunjukkan ambisi yang kuat di mata perempuan. Bahkan mungkin saja si kutu buku semasa SMA muncul sebagai sosok sukses dalam kariernya, sebagai CEO sebuah perusahaan atau pemilik perusahaan inovatif.

Perlakuan istimewa
Pria menganggap perempuan tidak suka jika dinilai tidak mandiri. Karenanya, pria berhenti memberikan perlakuan istimewa seperti membukakan pintu mobil, atau membayar tagihan makan malam. Pria berhenti melakukannya karena merasa hal tersebut akan menyinggung perasaan perempuan. Padahal, sebenarnya, perempuan mendamba perlakuan istimewa tersebut sebagai bentuk penghargaan atas dirinya, bukan lantas dikaitkan dengan ketidakmandirian. Perempuan hebat layak mendapatkan perlakukan istimewa. Ini yang kadang tidak dipahami pria.

Menilai dari kendaraan

Pria menganggap perempuan menilai pribadinya dari kendaraan yang digunakannya. Jadi, jangan heran jika ada pria mencoba pamer untuk menarik perhatian Anda  dengan kendaraan mewah atau sesuatu yang menunjukkan kehebatan dirinya.  Padahal, bagi perempuan tak ada artinya mobil mewah jika memang tidak sesuai dengan kepribadian atau karakternya yang sederhana misalnya.

Terlalu serius
Banyak pria terbebani dengan ajakan menikah dari pasangannya. Pria pun kemudian mengambil kesimpulan bahwa perempuan cenderung bersikap terlalu serius dalam hubungannya. Orientasi perempuan dalam menjalin hubungan adalah pernikahan. Ini adalah anggapan pria, yang nyatanya keliru. Karena banyak perempuan yang juga memikirkan masa depan karier atau mengejar pencapaian tertentu sebelum akhirnya memutuskan menikah.

Seks yang hebat
Persoalan aksi seks juga kerap membebani pikiran pria. Bagi pria, perempuan mencari pasangan yang mampu memuaskannya di ranjang. Jika tak memiliki hal tersebut, tandanya pria tak cukup jantan. Padahal, bagi perempuan segala hal bisa dikomunikasikan. Kalau merasa kurang puas, Anda hanya perlu meminta suami untuk melakukan aktivitas seksual yang dapat meningkatkan kualitas seks bukan?

Sosok macho
Bagi pria, perempuan lebih menyukai sosok pria macho dengan postur tegap, tubuh ideal, yang menonjolkan sisi maskulinnya. Itulah sebabnya pria akan merasa tak nyaman begitu ia tidak memiliki idealitas pria semacam ini. Padahal, persepsi tersebut hanya ada di kepala pria. Sama sepertinya, perempuan juga tak selamanya melihat seseorang, apalagi pasangannya, dari semata karena penampilan. Setidaknya tidak semua perempuan seperti itu. Bahkan ada perempuan yang justru lebih nyaman bersama pria yang sama sekali tidak memiliki ciri-ciri macho.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.