Lebih Baik Simpan Daging di "Chiller" - Kompas.com

Lebih Baik Simpan Daging di "Chiller"

Kompas.com - 03/04/2012, 16:55 WIB

KOMPAS.com - Penyimpanan daging yang tepat juga memengaruhi kualitas, tekstur bahkan citarasa. Daging yang disimpan dengan baik juga terhindar dari kontaminasi bakteri. Faktor higienitas inilah yang kerap luput dari perhatian, baik di rumah tangga juga restoran yang menyediakan ragam olahan daging termasuk steak.

Kesalahan yang kerap dilakukan dalam menyimpan daging adalah membiarkannya tergeletak di suhu ruang dalam waktu lama. Jika ini yang terjadi, daging berisiko terkontaminasi jutaan bakteri.

"Jika daging didiamkan dalam suhu ruang selama lebih dari 20 menit, setiap detiknya bakteri bisa membelah. Dalam 20 menit jutaan bakteri terdapat pada daging. Itulah sebabnya daging harus masuk ke dalam chiller karena bakteri mati dalam suhu nol derajat dan 100 derajat," jelas Wisnu, perwakilan Tamani Kafe Grill dalam acara Meat & Livestock Australia Wagyu Taste Experience di Tamani Kafe Grill Kemang, Jakarta, Senin (2/4/2012).

Penyimpanan daging yang tidak memerhatikan faktor higienitas ini turut berkontribusi atas risiko keracunan makanan. Termasuk ketika daging tersebut diolah menjadi steak dengan tingkat kematangan medium atau medium well, kata Wisnu.

Tempat penyimpanan terbaik untuk daging adalah chiller, lanjutnya. Karena penyimpanan dalam chiller tidak membuat daging beku sehingga rasa dan tekstur daging pun tak mengalami perubahan.

Sementara, daging yang disimpan dalam freezer akan beku sehingga teksturnya berubah dan tak bisa kembali seperti semula. Selain perubahan tekstur, citarasa daging yang beku karena disimpan dalam freezer juga akan berubah, kalah lezat dengan daging yang tersimpan baik dalam chiller.


Editorwawa

Terkini Lainnya


Close Ads X