Diet untuk yang Gemar Makan Nasi

Kompas.com - 13/04/2012, 17:46 WIB
EditorDini

KOMPAS.com - Ada orang yang tak bisa berpisah dengan nasi. Dalam sehari, meskipun sudah jajan macam-macam, ia tetap akan mencari nasi. Istilahnya, kalau belum ketemu nasi, artinya belum makan.

Nah, kebiasaan ini akan menjadi repot ketika Anda, dengan kesadaran sendiri atau atas perintah dokter, berniat menurunkan berat badan. Pertama Anda harus memerhatikan asupan kalori, dan kemudian asupan karbohidrat. Anda memang tidak harus menghindari karbohidrat sama sekali. Bagaimanapun, karbohidrat penting untuk menambah energi. Tetapi, adakah trik mengurangi karbohidrat untuk Anda yang gemar makan nasi?

Hindari minuman yang mengandung karbohidrat
Jus jeruk, vodka tonic, dan root beer, sama-sama mengandung karbohidrat murni. Masing-masing mengandung 100 kalori atau lebih dalam ukuran segelas. Cara termudah untuk menguruskan badan adalah dengan menghindari minuman yang manis dengan air putih atau minuman yang bebas karbo lainnya, seperti kopi hitam tanpa gula.

Makan jenis karbohidrat yang tepat
Makanan yang dibuat dari tepung putih, seperti muffin, pasta, dan donat, dicerna dengan cepat, sehingga menyebabkan naiknya gula darah dan memicu rasa lapar lebih cepat. "Anda juga menahan lebih banyak air jika Anda makan banyak karbohidrat simpel seperti ini, dan membuat wajah Anda membengkak," ujar pakar diet Stephanie Middleberg.

Lebih baik, Anda memilih jenis karbohidrat kompleks, seperti nasi merah, kacang-kacangan, dan gandum utuh. Jenis karbohidrat ini mengandung lebih banyak serat, dan akan membuat Anda kenyang lebih lama. Hasilnya, Anda pun tak jadi makan berlebihan.

Ikuti aturan 2-3-3
Makan nasi memang membuat perut terasa nyaman, apalagi kalau dalam keadaan sangat lapar. Namun, Anda perlu memerhatikan porsinya, untuk memastikan Anda tidak mengonsumsi kalori berlebihan. Dalam sehari, sebaiknya tidak mengonsumsi lebih dari dua porsi gandum atau serealia (seporsi sama dengan 1/2 cangkir nasi atau mi, atau dua lembar roti). Gantikan dengan tiga porsi buah-buahan, dan tidak lebih dari tiga gelas susu ukuran 220 ml. Nah, kemudian padukan dengan karbohidrat kompleks seperti contoh di atas.

Perbanyak makan ikan
Nenek moyang kita dikenal sebagai pelaut. Mereka banyak makan ikan, dan sumber-sumber alami lainnya. Mengonsumsi ikan diyakini akan membuat Anda jauh lebih ramping. Lupakan dulu roti dan pasta, dan pilih banyak sayuran, buah-buahan, biji-bijian, kacang-kacangan, dan ikan. Pola makan seperti ini disebut dengan The Paleo Diet, mengacu pada era Paleolitikum yang ada 2,5 juta tahun lalu. Gen dan fisiologi kita berkembang melalui proses seleksi alam, dan kita hidup dengan makanan yang ada di sekitar kita.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X