Plasenta Previa, Apa Harus Ibu Hamil Lakukan?

Kompas.com - 23/04/2012, 13:30 WIB
EditorAsep Candra

Ibu hamil mengalami perdarahan pada usia kehamilan 7 bulan ke atas, perdarahan pada kehamilan dengan Plasenta previa tidak disertai rasa nyeri pada perut, terjadi sewaktu-waktu terutama saat melakukan aktivitas. Semakin tua usia kehamilan, maka bagian bawah rahim semakin peka menerima rangsangan, juga karena bagian segmen bawah rahim mengalami perubahan menyesuaikan usia kehamilan. Akibatnya, plasenta ini bisa lepas sedikit demi sedikit sebelum waktunya melahirkan.

Nah karena ada bagian yang terlepas sedikit demi sedikit ini  maka timbul perdarahan. Perdarahan ini dapat mengganggu penyaluran oksigen dan zat makanan ke bayi, juga menimbulkan kadar hemoglobine ibu menurun (anemia). Pada plasenta previa ini seringkali terjadi juga kelainan posisi janin dalam rahim, misalnya  letak melintang dan sungsang  karena bagian kepala janin terhalang tidak bisa masuk ke pintu panggul.

Bagaimana dokter menentukan bahwa perdarahan pada kehamilan tersebut adalah karena plasenta previa?

Caranya dengan cara USG kandungan. Pemeriksaan ultrasonografi ini tidak berbahaya untuk janin

Apa yang harus dilakukan bila ibu hamil mengalami plasenta previa?

1. Bed rest atau tirah baring total

saat mengalami perdarahan aktif. Tujuannya agar membantu menghentikan proses pelepasan plasenta yang terjadi sedikit demi sedikit sebelum waktunya. Dengan istirahat total baring diatas tempat tidur maka keadaan otot rahim dalam kondisi istirahat (relaksasi). Tak jarang pasien hamil dengan plasenta previa terpaksa keluar masuk rumah sakit beberapa kali karena setelah pulang dirumah tidak bisa istirahat, sering jalan dan mengerjakan pekerjaan rumah sendirian, akhirnya masuk rumah sakit lagi. Sebenarnya dengan banyak istirahat saja di rumah bila patuh sudah cukup membantu relaksasi otot rahim.

2. Mencegah bayi terlahir prematur

Rangsangan kontraksi atau his adalah rasa seperti kram pada perut ibu hamil.
Bila terdapat kontraksi atau his disertai perdarahan, maka ibu hamil dengan plasenta previa harus segera mencari bantuan tenaga kesehatan. Selanjutnya kehamilan akan dipantau secara ketat, baik kondisi janin, perdarahan dan keadaan kesehatan ibu. Pada kasus plasenta previa yang belum cukup bulan tetapi mengalami perdarahan terus menerus, terpaksa bayi  dilahirkan sebelum waktunya. Hal ini sedikit banyak beresiko untuk kematangan fungsi paru -paru bayi saat pertama kali bernafas. Bila masih  paru - paru belum bisa mengembang sempurna, dapat terjadi kegagalan untuk bernafas awal kelahiran. Ibu tidak perlu cemas dengan keadaan masa transisi bayi. Dokter  kandungan akan mengupayakan antisipasi sejak sebelum bayi lahir dan tindakan pertolongan segera setelah lahir pada bayi prematur.

3. Memperhatikan Kebutuhan Gizi Ibu hamil

Halaman:


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X