Pentingnya Kalsium Plus Vitamin D buat Manula

Kompas.com - 18/06/2012, 14:55 WIB
EditorAsep Candra

LONDON, KOMPAS.com — Seiring dengan menurunnya fungsi sel-sel tubuh saat memasuki usia lanjut, suplementasi vitamin dan mineral terkadang dibutuhkan untuk mempertahankan kondisi kesehatan. Penelitian mengindikasikan, kombinasi vitamin D plus kalsium mungkin akan sangat membantu, khususnya bagi mereka yang sudah memasuki usia senja.

Seperti dilaporkan dalam Journal Clinical Endocrinology, para ilmuwan menyatakan bahwa suplementasi vitamin D plus kalsium di usia lanjut, terkait dengan harapan hidup yang lebih baik. Orang lanjut usia (lansia atau manula) yang diberikan dua jenis suplemen tersebut memiliki risiko sembilan persen lebih kecil mengalami kematian dalam kurun tiga tahun dibanding mereka yang hanya mendapatkan pil plasebo.
    
Pimpinan penelitian Lars Rejnmark menjelaskan, penurunan risiko kematian yang hanya 9 persen mungkin terkesan kecil. Akan tetapi, Rejnmark menegaskan bahwa pengaruh suplementasi ini setidaknya sama dengan manfaat obat penurun tensi dan penawar kolesterol.  
    
"Menurut saya, penurunan angka kematian sebesar sembilan persen pada kalangan usia lanjut merupakan hal yang sangat penting," ujar Rejnmark, ilmuwan dari Universitas Aarhus, Denmark.
    
"Tak ada hal lain yang mampu menurunkan risiko kematian, kecuali menghentikan kebiasaan merokok," tambahnya.
    
Dalam riset, Rejnmark dan timnya menggabungkan delapan hasil uji klinis yang melibatkan 70.000 lebih orang lansia, terutama perempuan. Dalam setiap uji klinis tersebut, para partisipan secara acak diminta mengonsumsi vitamin D atau plasebo, sedangkan di sejumlah penelitian, ada yang mengombinasikan vitamin D plus kalsium.
    
Dosis yang diberikan bervariasi, tetapi sebagian besar percobaan menggunakan dosis harian vitamin D sekira 10-20 mikrogram. Di Amerika Serikat, para ahli medis menganjurkan sebagian besar orang dewasa mengonsumsi 15 mikrogram (600 IU) vitamin D setiap hari, sementara orang berusia 70 tahun ke atas dianjurkan mengasup 20 mikrogram vitamin D (800 IU).
    
Sementara itu, dalam uji klinis menggunakan kalsium, peserta diberi kalsium dengan dosis 1.000 miligram setiap harinya. Pada umumnya, peserta riset ini adalah perempuan usia 50 tahun lebih, serta mereka yang berumur lebih dari 70 tahun dan diberikan dosis kalsium 1.200 miligram setiap hari.
    
Vitamin D dan kalsium memang dikenal sebagai zat pembentuk tulang. Perempuan usia lanjut biasanya mengonsumsi suplemen ini untuk menangkal penyakit pengeroposan tulang atau osteoporosis. Sementara itu, sejumlah uji coba pun menunjukkan, kombinasi kedua zat itu dapat mencegah keretakan dan patah tulang pada orang lansia.

Akan tetapi, fakta tersebut, menurut peneliti, tidak menjelaskan rendahnya risiko kematian di antara orang berusia lanjut dalam riset ini. Pasalnya, setelah memperhitungkan faktor keretakan tulang pinggul dan tulang belakang, para peneliti tidak menemukan adanya penurunan risiko kematian.

Kemungkinan lain adalah dua suplemen ini dapat membuat orang lansia terhindar dari risiko kanker. Rejnmark mengatakan bahwa ada sejumlah bukti yang menunjukkan kalsium dan vitamin D dapat menurunkan risiko kanker usus besar, meski bukti tersebut belum sepenuhnya diakui secara ilmiah.

Untuk saat ini, kata Rejnmark, hasil temuannya hanya mendukung pentingnya mengonsumsi vitamin D dan kalsium dalam jumlah yang direkomendasikan. 

 



Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X