Cara Mengelola Ego Saat Diremehkan - Kompas.com

Cara Mengelola Ego Saat Diremehkan

Kompas.com - 30/06/2012, 16:15 WIB

KOMPAS.com - Sebagian besar orang pernah diremehkan, dengan berbagai cara dan kondisi. Ketika diremehkan oleh orang lain, reaksi yang muncul kebanyakan emosional, seperti perasaan sedih atau marah. Anda tak bisa tinggal diam ketika ada orang lain yang menghina dengan meremehkan kemampuan Anda. Namun bukan berarti Anda terpancing emosi karenanya.

Motivator kepemimpinan dan pengembangan diri, Ainy Fauziyah, CPC, mengatakan, diam menjadi langkah awal yang sebaiknya dilakukan ketika ada orang lain berkata negatif terhadap diri Anda, atau meremehkan dengan berbagai cara. Namun, berdiam diri juga ada jangka waktunya.

"Diam juga ada deadline. Diam ketika orang lain menghina atau meremehkan tujuannya lebih untuk mencerna kembali apa sebenarnya yang terjadi sambil memberi waktu untuk bertanya kepada diri sendiri, hal terbaik apa yang harus saya lakukan? Tentu ini tak terjadi sepanjang hari, beri waktu untuk diam beberapa saat, kemudian lakukan klarifikasi," jelas Ainy, di sela kegiatan motivasi "Superwoman Mulia" dalam seminar kebidanan di Plaza Bapindo, Jakarta, Sabtu (30/6/2012).

Ainy mengatakan, Anda tetap perlu melakukan klarifikasi kepada orang yang meremehkan, namun dengan cara dan kata-kata positif. Jangan biarkan diri Anda terbawa energi negatif, sehingga menjadi sama sepertinya. Di sinilah pentingnya menahan ego dalam mendominasi tindakan. Artinya, kemampuan Anda mengatasi diri sendiri teruji saat ada orang lain yang meremehkan kemampuan Anda, dalam contoh kasus apa pun.

Saat dihina, jangan membalas dengan mengucapkan kata negatif karena kata-kata negatif hanya akan memancing emosi. Namun jangan juga diam tanpa memberikan klarifikasi karena hal itu hanya akan menyakitkan diri sendiri. "Jangan membalas secara negatif, jangan juga diam yang menimbulkan penyakit," sarannya.

Berpikir positif menjadi kata kuncinya. Mengelola ego menjadi caranya. Dengan begitu, Anda pun bisa mengklarifikasi keadaan dengan cara lebih positif, dan persepsi orang lain tentang Anda pun akan berubah. Tujuannya bukan semata mengoreksi persepsi yang keliru tentang Anda, tapi orang lain akan memandang Anda jauh lebih positif, dan justru mereka merasa berbuat kesalahan karena telah meremehkan Anda.

Untuk bisa melakukan hal ini, berkata-kata manis sepenuh hati perlu menjadi kebiasaan. Tentunya Anda perlu berlatih setiap hari, dengan bertindak lebih bijak setiap kali dihadapkan pada kondisi yang cenderung negatif. Ainy juga menyarankan, Anda bisa berlatih mengelola emosi dan ego dengan menulis.

"Menulis bagian penyembuhan jiwa. Menulis saja di buku harian. Emosi pun lebih tertata rapi," tutupnya.


EditorDini

Close Ads X