Kompas.com - 08/08/2012, 14:19 WIB
EditorHindra

KOMPAS.com - Bagi sebagian orang, salah satu tantangan berpuasa adalah bangun subuh untuk bersahur. Ada pula orang yang berpuasa namun melewatkan sahur. Jika Anda salah satunya di antaranya, Anda baiknya membaca tulisan ini. Ternyata, sahur menyimpan rahasia kesehatan, tak sekedar memindahkan jadwal puasa. Ada manfaat luar biasa dibalik makan sahur itu.

Apa sebenarnya rahasia di balik makan sahur itu? Yuk kita simak ulasan Pramono, ahli gizi dari Rumah Sakit Umum Daerah Ulin Banjarmasin. Dalam ulasannya di grup facebook Gerakan Sadar Gizi, Pramono mengingatkan anjuran Nabi untuk makan sahur.

Nabi SAW menganjurkan kita sahur, seperti Dari diriwayatkan oleh Abi Said al-Khudri RA: "Sahur itu barakah, maka jangan tinggalkan meski hanya dengan seteguk air. Dan termasuk sunnah ketika sahur adalah untuk mengakhirkannya."

Islam membagi waktu malam menjadi 3, yakni sepertiga malam pertama (Ba'da Isya - 22.00) , sepertiga malam kedua (pukul 22.00 - 01.00) dan sepertiga malam terakhir (pukul 01.00 - Subuh). Nah, hadits Nabi menganjurkan kita makan sahur dalam sepertiga malam terakhir.

Berdasarkan penelitian, bangun di sepertiga malam terakhir itu bermanfaat luar biasa untuk kesehatan kita. Bahkan ini dapat menjadi pilar utama kesuksesan kita dalam menjalankan berbagai macam diet.

Ketika kita lelap tertidur, ternyata banyak kejadian yang terjadi didalam tubuh kita. Pada saat tidur, sistem hormon akan berpindah pada tahap anabolik, yaitu konversi energi untuk perbaikan dan pertumbuhan.

Pada tahap ini tingkat hormon adrenalin dan kortikosteroid turun dan tubuh mulai memproduksi hormon pertumbuhan (human growth hormone atau HGH), melatonin, juga hormon seks testosteron, hormon kesuburan, FSH (follicle-stimulating hormone dan hormon LH (luteinizing hormone).

HGH mendorong pertumbuhan, memelihara dan memperbaiki otot dan tulang dengan memfasilitasi penggunaan asam amino. Sedangkan melatonin adalah hormon yang diproduksi untuk membantu manusia untuk tidur.

Hormon ini disekresikan oleh kelenjar pineal jauh di dalam otak. Ini membantu tubuh mengontrol irama dan siklus tidur-bangun. Tetapi faktanya hormon-hormon baik tersebut semakin malam semakin turun produksinya dan akan berada pada titik terendah saat sepertiga malam terakhir. Sebaliknya, hormon stress yakni hormon kortisol justru meningkat produksinya dan yang bisa menghentikannya adalah kalau kita bangun.

"Jadi ketika kita bangun makan sahur pada saat sepertiga malam terakhir otomatis akan menghentikan produksi kortisol dan sekaligus menjaga fungsi hormon-hormon baik selama kita tidur terutama di sepertiga malam kedua dapat bermanfaaat secara optimal," kata Pramono.

Halaman:
Baca tentang


    Video Pilihan

    26th

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.