Kompas.com - 22/10/2012, 11:15 WIB
EditorDini

KOMPAS.com - Nervous ketika sedang menjalani wawancara kerja tidak hanya terlihat dari ekspresi wajah dan jawaban yang kita sampaikan pada pewawancara atau audiens, tetapi juga pada bahasa tubuh kita. Gerakan tangan kita saja sudah bisa menunjukkannya, dan bahasa tubuh yang salah bisa bikin wawancara gagal. Hal ini biasa terjadi ketika kita berinteraksi dengan orang-orang yang tidak kita kenal.

Agar pewawancara (atau klien yang sedang menerima presentasi dari Anda) tidak menangkap kegugupan Anda, cobalah untuk tidak terus meremas-remas tangan Anda, atau terlalu banyak menggerakkan tangan. Sebab, mereka akan langsung tahu bahwa Anda tidak percaya diri. Jika Anda tidak percaya diri, tak mungkin Anda bisa meyakinkan mereka dengan apa yang ingin Anda sampaikan. Betul, nggak?

Namun, Nancy R. Mitchell, pakar etiket dari The Etiquette Advocate, tidak menyarankan Anda untuk menaruh kedua tangan di pangkuan dan menyembunyikannya di bawah meja. "Letakkan lengan Anda di lengan kursi, atau di atas meja," sarannya. Untuk menghindari tangan Anda "ke mana-mana", Anda bisa memegang pulpen dan notes.

Bila mungkin, rentangkan lengan Anda cukup lengan di lengan kursi. Ketika lengan terbentang lebar, Anda akan terlihat menguasai wilayah Anda. Dengan sendirinya, Anda akan terlihat semakin powerful. Hal ini sejalan dengan pendapat Lois P. Frankel, yang disampaikan dalam bukunya, Nice Girls Don’t Get the Corner Office: 101 Unconscious Mistakes Women Make That Sabotage Their Careers.

"Anda perlu merengkuh lebih banyak ruang agar tampak lebih percaya diri. Jangan selipkan tangan Anda; taruh saja di atas meja, dan raih wilayah Anda!" tulisnya.

Perhatikan juga bagaimana posisi tangan Anda di atas meja. Telapak tangan sebaiknya tidak menempel di meja. Jka tangan menempel di meja dan telapak menghadap ke bawah, Anda akan terkesan langsung memproyeksikan kekuasaan Anda. Lawan bicara, entah itu pewawancara atau audiens lainnya, akan merasa Anda sedang memberikan perintah untuk mereka. Jika perasaan itu muncul, mereka akan cenderung menentang Anda.

Sebaliknya, jika telapak tangan Anda menghadap ke atas, hal itu menandakan sikap tunduk dan terlalu ingin menuruti kemauan lawan bicara. Dalam interaksi bisnis, bahasa tubuh seperti ini bisa mengirimkan pesan bahwa Anda tidak yakin dengan diri Anda dan masa depan Anda. Paling aman, angkat sedikit tangan Anda di atas meja.

Meski begitu, Anda tak perlu terlalu berfokus dalam menempatkan tangan dalam posisi yang tepat. Menurut Eddie Koller, direktur pelaksana Howard-Sloan-Koller Group, perusahaan rekrutmen teknologi dan media, letakkan saja tangan Anda di mana pun Anda merasa nyaman. Dan, jangan sampai lengah. Selalu pastikan bahasa tubuh Anda secara keseluruhan tidak mengirimkan pesan yang salah.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X