Kompas.com - 16/11/2012, 09:38 WIB
EditorHesti Pratiwi

T:
Assalamualaikum, bu Ainy. Saya ibu rumah tangga berusia 29. Sebelum menikah saya bekerja sebagai guru. Setelah menikah saya pindah ke kota lain dan tidak lagi bekerja karena sibuk mengurus anak dan keluarga. Sekarang saya ingin kembali bekerja tapi saya merasa tidak percaya diri karena sudah tiga tahun menganggur. Tetapi saya sangat merindukan kegiatan yang dulu saya jalani, Ibu. Bagaimana mengatasi kerisauan ini ya Bu? (Nursanti)

J:
Waalaikum salam Ibu Nursanti yang dahsyat!

Merindukan diri untuk melakukan hal yang sangat kita sukai membuat diri ini tak sabar untuk mengulanginya kembali, di waktu dan kondisi yang berbeda. Uniknya, setiap kali kita mengingatnya kembali, semakin kita rindu dibuatnya. Semakin kita rindu, semakin tak sabar diri ini melakukannya.

Sayangnya, dibalik semua itu ada rasa kurang percaya diri untuk melakukannya. Ini manusiawi. Karena sebagai manusia, diri kita selalu ingin melakukan segala hal yang kita cintai dengan sempurna. Semakin kita mencintai pekerjaan tersebut, semakin diri ini ingin melakukannya dengan sempurna. Inilah dahsyatnya mencintai pekerjaan.

Pertanyaannya, apa yang perlu Anda lakukan agar percaya diri untuk bekerja kembali menjadi seorang guru? Ada 3 langkah sederhana yang dapat Anda lakukan sekarang juga. Pertama, bertanya kepada diri Anda sendiri dan menjawab dengan jujur pertanyaan berikut ini :

1. Apa yang membuatku ingin kembali bekerja menjadi seorang guru seperti dulu?
2. Benarkah bekerja kembali menjadi seorang guru adalah cara terbaik untukku dan keluargaku tercinta?

Jika jawabannya adalah :
1. Ya, menjadi seorang guru adalah cara terbaik untukku dan keluargaku tercinta, apa yang harus saya lakukan untuk mewujudkannya?

2. Dan jika jawabannya menjadi seorang guru ‘bukanlah’ cara terbaik untukku dan keluargaku tercinta, hal terbaik apakah yang bisa aku lakukan selain menjadi guru?

Kedua, bicarakan baik-baik kegundahan hati Anda ini dengan suami Anda tercinta. Karena dengan berbicara, Anda telah bertindak bijaksana, baik terhadap diri Anda sendiri, maupun suami dan keluarga Anda tercinta. Ini sangatlah penting. Karena setiap kegundahan hati, harus segera Anda atasi dengan bijaksana. Dan jika hal ini Anda biarkan begitu saja, suatu ketika akan menimbulkan kekecewaan pada diri Anda sendiri yang berakibat kurangnya rasa percaya diri Anda.

Ketiga, setelah Anda berbicara dengan suami, dan jika jawabannya adalah kembali menjadi guru adalah cara terbaik untuk Anda dan keluarga, maka hal paling bijaksana yang perlu Anda lakukan adalah mengingat kembali bagaimana bahagianya Anda dulu saat menjadi guru. Ingat kembali hal-hal apa sajakah yang Anda lakukan dengan baik dan penuh kasih, yang membuat murid-murid Anda merindukan diri Anda, mencintai Anda? Dan hal apa sajakah dari diri Anda yang disukai oleh para guru lainnya?

Setelah itu hubungi kembali teman-teman Anda seprofesi dan ungkapkan keinginan Anda. Buatlah lamaran / CV dan kirimlah ke sekolah terdekat dengan rumah Anda. Ingat kembali bagaimana dulu Anda mengajar para murid terkasih, dan bayangkan Anda melakukannya kembali. Anda pasti semangat dibuatnya dan tak sabar melakukannya kembali dengan penuh percaya diri. Selamat melangkah!

 
Ainy Fauziyah, CPC
Leadership Motivator & Coach
Penulis Buku Best Seller ‘Dahsyatnya Kemauan’

 



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X