Kompas.com - 20/11/2012, 08:16 WIB
EditorDini

T:
Bu, saya baru masuk SMA, dan rasanya sulit sekali. SMA yang saya tempati ini bisa dikatakan sekolah favorit di kota saya. Jujur, saya berasal dari SMP yang tidak seberapa bernama. Sangat sedikit anak-anak dari sekolah saya yang masuk SMA ini. Saya tidak mengenal hampir semua anak di SMA sini. Kebanyakan, yang berada di SMA ini berasal dari SMP  favorit juga.

Saya merasa sangat sendiri. Di kelas saya duduk di barisan paling belakang pojok sendiri, tidak ada teman sebangku. Ketika istirahat, tak ada satu teman pun yang ingin mengajak saya ke kantin. Padahal saya sudah berusaha bersikap baik dengan mereka. Mereka bisa berinteraksi dengan yang lain karena memang sebelumnya mereka sudah saling kenal.

Kalau ada tugas kelompok, saya bingung sekali. Saya tidak tahu harus bergabung di kelompok mana. Saya ke sana kemari mencari kelompok, tapi mereka selalu bilang, "Sudah pas". Akhirnya saya melakukannya sendiri, dibantu dengan ibu saya. Hampir tiap malam saya rasanya ingin menangis. Saya ingin keluar dari sekolah ini. Tapi percuma. 

SMA ini tidak seperti yang saya bayangkan. Saat saya di SMP, hampir semua anak mengenal saya, tapi di sini, saya merasa terasing. Saya bingung, Bu. Tolonglah saya, Bu! (Dewi Ayu, 15 tahun)

J:
Mbak Ayu yang baik hati,
Saya ikut prihatin dengan apa yang Anda alami saat ini. Dan saya bisa merasakan bagaimana perasaan Mbak saat ini. Sedih, sendiri dan tidak ada teman.

Menyimak cerita Mbak Ayu di atas, Mbak merasa jauh lebih nyaman berada saat di SMP daripada SMA, karena banyak teman-teman SMP yang mengenal Anda. Ini karena Mbak mengenal mereka selama tiga tahun di bangku SMP. Sementara itu, sekarang, Anda telah memasuki sekolah baru, SMA di mana teman-teman Anda di sini baru Anda kenal.

Masalah sebenarnya bukanlah karena Anda berasal dari SMP non favorit. Juga bukan karena mereka berasal dari SMP favorit dan tidak mau berteman dengan Anda, anak SMP non favorit.  Masalah yang sebenarnya adalah perasaan Anda yang rendah diri, meletakkan diri Anda lebih rendah dari teman-teman Anda, terutama mereka yang berasal dari SMP favorit. Sikap rendah diri inilah yang membuat Anda merasa semakin jauh dari teman-teman Anda.

Sikap rendah hati ini tanpa Anda sadari telah menjauhkan Anda dari mereka. Yakinlah, teman-teman sekelas Anda sebenarnya sangat ingin mengajak Anda bicara dan berteman. Kalau pun tempat duduk Anda di pojok belakang, itu sama sekali tidak membuat Anda jauh dari mereka, bukan? Karena sebenarnya, di depan Anda serta samping kanan atau kiri Anda masih ada bangku teman Anda yang tentunya dapat Anda ajak berbicara, bukan?

Pertanyaannya, apa yang dapat Anda lakukan agar Anda dapat berteman baik dengan mereka serta dapat mengerjakan tugas kelompok bersama mereka? Ada tiga langkah yang sangat sederhana dan dapat Anda lakukan mulai sekarang.

Pertama, mulailah dengan tersenyum. Senyum memiliki kekuatan yang luar biasa, apalagi jika Anda lakukan dengan tulus. Mulai sekarang, ketika berpapasan dengan teman sekelas Anda khususnya, tataplah matanya sambil tersenyum. Jika awalnya Anda merasa kesulitan memulainya, tak apalah. Cobalah berkali-kali hingga Anda bisa melakukannya.

Kedua, sapalah mereka. Ajaklah teman sebelah bangku Anda untuk bicara santai. Atau Anda dapat memulainya dengan mencari seseorang di kelas Anda, yang menurut Anda enak untuk diajak bicara. Untuk mengajaknya bicara, Anda dapat memulainya dengan menanyakan di mana rumahnya. Simaklah saat teman Anda bicara sambil tersenyum. Dan imbangi dengan ungkapan sebagai pertanda Anda menyimaknya. Saat jam istirahat, keluarlah dari kelas dan berbaurlah dengan teman-teman Anda lainnya.

Ketiga, syukuri setiap kali Anda dapat melakukan langkah pertama maupun kedua. Ucapkan Alhamdulillah sambil mengingat kembali saat Anda melakukannya. Ingatlah kembali perasaan itu. Lalu katakana pada diri Anda, ”Alhamdulillah, saya dapat melakukannya. Saya pasti bisa berteman dengan mereka.” Selamat melangkah!

Ainy Fauziyah, CPC
Leadership Motivator & Coach
Penulis buku best seller Dahsyatnya Kemauan

 



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X