Kompas.com - 09/12/2012, 13:00 WIB
EditorDini

T:
Ibu, nama saya Desy, akhir-akhir ini saya selalu berpikiran negatif kepada orang lain, mudah emosi, tidak percaya diri dengan wajah saya yang jelek berjerawat. Saya merasa diri saya tidak berguna. Karena itu semua, saya jadi sering mengurung diri di rumah, tidak mau bertemu dengan siapa pun. Bagaimana ya Bu cara mengatasi ini semua? (Desy, 30)

J:
Mbak Desy yang budiman,
Sebagai manusia, setiap diri kita pasti ingin menjadi manusia yang berguna. Pertanyaannya, apa sih arti menjadi manusia yang berguna itu? Benarkah untuk menjadi seorang manusia yang berguna itu, dirinya harus menjadi manusia yang sempurna secara fisik, sempurna dalam hal pendidikan dan sempurna dalam hal kekayaan? Tentu tidak, bukan.

Manusia yang berguna itu sama sekali tidak dilihat dari keelokan wajah, fisik, kekayaan, dan segala hal yang berhubungan dengan materi. Justru sebaliknya. Untuk menjadi manusia berguna, diri kita harus memastikan bahwa setiap apa yang kita lakukan memberi manfaat kepada banyak orang. Wajah berjerawat tidaklah patut menghalangi diri Anda untuk menjadi manusia yang berguna. Jadi, apa yang harus Anda lakukan?

Ada tiga langkah sederhana yang harus Anda lakukan mulai sekarang dan seterusnya. Pertama, terimalah diri Anda apa adanya. Wajah Anda yang berjerawat sangatlah tidak patut menghalangi diri Anda untuk menjadi Desy yang luar biasa dan berhati mulia. Tidak ada kata "terlambat" untuk menjadi seorang Desy yang luar biasa dan mulia.

Saya yakin, meski wajah Anda berjerawat, hati Anda sangatlah lembut nan tegar. Lembut ketika peduli melihat orang-orang di sekitar Anda yang membutuhkan bantuan Anda dengan tulus. Dan hati Anda perkasa luar biasa, setiap kali menghadapi kesulitan. Karena jauh di dalam lubuk hati Anda, ketegaran hati Anda adalah dahsyat luar biasa. Buktinya, sekarang Anda telah memberanikan diri untuk berkonsultasi secara terbuka melalui Kompas Female ini. Bukankah ini kenyataan yang membuktikan bahwa Anda adalah seorang Desy yang tegar?

Agar Anda bisa menerima diri Anda apa adanya, kenalilah setiap kelebihan dan kekurangan yang Anda miliki. Tulis satu persatu. Jika Anda merasa kesulitan untuk mengenal kelebihan Anda, janganlah bersedih. Anda dapat mengenalinya dengan sangat mudah. Caranya? Ingat kembali hal-hal dari diri Anda yang disukai oleh teman Anda. Misalnya Anda orang yang perhatian, menepati janji, dan sebagainya. Dan jika Anda kesulitan mengenal kekurangan Anda, ingat kembali apa masukan ataupun saran dari teman Anda. Mengurung diri rumah adalah salah satu kekurangan yang perlu Anda benahi tentunya.

Kedua, mulailah berbicara dengan orang lain, baik orang yang tinggal serumah dengan Mbak Desy maupun tidak. Jika Mbak saat ini bekerja, maka rajinlah untuk tersenyum dengan tulus kepada teman-teman Anda di kantor. Termasuk pada office boy. Tetapi jika Anda saat ini tidak bekerja, janganlah berkecil hati.

Keluarlah dari kamar Anda. Keluarlah dari rumah Anda di pagi hari untuk berolah raga di pagi hari. Setiap kali Anda berjalan kaki di pagi hari, ingatlah masa kecil Anda dulu yang indah nan ceria. Tersenyumlah setiap Anda mengingat kenangan itu. Ucapkan puji syukur Alhamdulillah setiap kali Anda bisa tersenyum, karena ini semua adalah nikmat Ilahi yang luar biasa.

Ketiga, syukuri setiap kebaikan yang Anda dapatkan dan setiap kebaikan yang Anda lakukan. Ini sangatlah penting, guna menjadikan diri kita menjadi pribadi yang pandai bersyukur. Karena arti menjadi pribadi yang bersyukur di sini bukan hanya mensyukuri setiap kebaikan yang ia dapatkan, tetapi juga mensyukuri setiap kebaikan yang ia lakukan, sekecil apapun. Dahsyat, bukan?

Selamat mempraktekkannya dengan sepenuh hati, ya. Selamat menjadi Desy yang luar biasa dan mulia!

Ainy Fauziyah, CPC
Leadership Motivator & Coach
Penulis buku best seller "Dahsyatnya Kemauan"

 



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X