Kompas.com - 14/12/2012, 15:23 WIB
EditorHesti Pratiwi

KOMPAS.com –  Akhir tahun selalu lekat dengan resolusi. Akan tetapi rasanya percuma saja jika membuat resolusi tidak dari hati, hasilnya resolusi yang sudah disusun rapi akan sia-sia.

Coba deh, ingat-ingat resolusi Anda tahun lalu yang hingga akhir tahun tidak terlaksana. Nah, kalau salah satunya adalah diet, mungkin saatnya Anda merevisinya menjadi resolusi yang lebih sederhana dan mudah.

Mulailah dengan membiasakan kebiasaan pola makan sehat, dengan memangkas three white devils: tepung (karbohidrat sederhana), gula dan garam. Bobot bisa turun, tubuh pun lebih segar.

1. Pangkas karbohidrat olahan
Ingat karbohidrat bukanlah musuh. Tapi karbohidrat sederhana  dan olahan adalah musuh dalam selimut. Karbohidrat olahan (seperti roti putih, gula putih, dan permen) akan dicerna tubuh dengan cepat, akibatnya terdapat lonjakan gula dalam darah. Tubuh Anda pun akan memompa banyak insulin untuk membuat gula masuk ke dalam sel tubuh Anda. Dan bila gula ini tak cepat digunakan akan menumpuk menjadi lemak, biasanya sekitar perut Anda.

"Seperti banyak diketahui, lemak perut berhubungan dengan banyak penyakit seperti, diabetes dan penyakit jantung," kata David Grotto, RD, penulis The Best Things You Can Eat. Di sisi lain, kadar gula yang terkendali dengan baik membuat Anda bersemangat, langsing, dan sehat. Jadi beralihlah kepada karbohidrat kompleks seperti biji-bijian, beras merah dan roti gandum.  

Peralihan dari beras putih ke beras merah lebih mudah dikatakan ketimbang dilakukan. Kenapa? Sebab Anda terbiasa dengan nasi yang pulen, harum dan lembut, harus beralih pada nasi yang lebih keras. Mulai saja dengan mencampur beras putih dan beras merah dengan perbandingan satu-satu saat memasak nasi. Kalau sudah terbiasa kurangi beras putih hingga Anda terbiasa mengasup beras merah saja. Cara lain, bila memungkinkan campurkan flaxseed pada nasi putih Anda.

Lupakan gula buatan
Suka sekali minuman bersoda, lalu Anda menggantinya dengan diet soda sebagai pilihan lebih sehat. Terdengar masuk akal, bukan? Namum dalam sebuah studi 2011 dari School of Medicine University of Texas Health Science Center, San Antonio, peserta yang mengasup diet soda selama sekitar sembilan tahun mengalami penambahan lingkar pinggang lima kali lebih besar daripada mereka yang tidak minum diet soda. 

“Mengkonsumsi pemanis buatan membuat akan membuat otak Anda berpikir tak mendapatkan gula,  akibatnya Anda  akan mendambakan gula, serta mengasup makanan manis-manis lebih banyak,“kata Grotto. Nah, mulailah tidak menambahkan gula pada minuman teh Anda. Usahakan selalu memilih air putih jika makan di luar atau haus. Ingin minuman manis? Pilih jus buah atau makan saja buahnya.

Kurangi garam
Garam adalah penyedap rasa paling nikmat buat segala makanan, tanpa garam makanan rasanya akan hambar. Anda tak perlu diet tanpa garam, ini justru akan membuat Anda makin depresi dan mudah menyerah. Cukup kurangi saja camilan tinggi garam seperti keripik atau junk food.  Cara lain yang wajib Anda lakukan adalah mengosongkan rumah dari makanan kemasan. Penuhi saja dengan buah, jadi tiap kali Anda ingin mengemil yang tersedia hanya buah.  Lalu batasi memesan makanan dari restoran cepat saji menjadi seminggu sekali. Paling penting kurangi acara makan di luar.

Bila Anda terbiasa makan siang dan malam di luar karena jam kerja yang panjang. Pangkas kebiasaan Anda dengan hanya makan malam di luar, makan siang cukup membawa bekal. Jika Anda berhasil mengurangi makanan asin, selera Anda akan menyesuaikan dari waktu ke waktu, pada akhirnya Anda bisa menikmati makanan dengan sedikit garam.

Jangan lewatkan waktu makan
Daripada pusing-pusing menghitung kalori, dan berusaha berdiet ketat, mending perhatikan pola makan Anda dulu. Fokus saja pada makan dengan teratur, 3 kali sehari. "Ketika gula darah kita turun, kita cenderung tertarik dengan makanan manis atau asin untuk menaikkan gula darah secepat mungkin," urai Grotto. Hasilnya adalah tubuh sepanjang hari seperti roller coaster, gula naik turun dengan cepat. Maka, Anda pun akan mengalami kelelahan, kelaparan, dan perangkap lemak. Bahkan, orang yang melewatkan sarapan cenderung mengkonsumsi banyak minuman manis atau makanan tinggi kalori.

Rebus telur sebelum mandi agar Anda punya sarapan yang cepat dan mudah, Grotto menyarankan. Menyimpan buah seperti pisang dan kacang-kacangan panggang di rumah, di dalam mobil serta tas, jadi Anda punya makanan untuk sarapan jika sedang terburu-buru.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X