Kompas.com - 21/12/2012, 10:55 WIB
EditorHesti Pratiwi

T: Ibu Ainy, mana yang lebih baik, sedikit atau banyak bicara? Bagaimana cara berkomunikasi lebih menyenangkan kepada pembeli di toko saya? Sejauhmana kita perlu berbicara, apakah perlu atau tidak kita berbicara terlalu banyak mengenai berbagai topik dengan pembeli di toko yang saya miliki? (Dorika, 37)

J: Mbak Dorika yang luar biasa,
Senangnya mengetahui Mbak memiliki toko sendiri. Selamat ya Mbak. Sebagai pemilik toko, tentu Anda ingin memberikan yang terbaik. Itulah sebabnya Anda berusaha berbicara dengan pembeli tentang berbagai topik.

Pertanyaannya, mana yang lebih baik, banyak bicara dengan klien tentang berbagai topic atau sedikit bicara? Sebenarnya, tidak ada yang salah dengan banyak bicara atau pun sedikit bicara. Karena semuanya bergantung pada kondisi. Khususnya kondisi pembeli.

Ada pembeli yang senang ketika pemilik tokonya banyak bicara. Namun Ada juga pembeli yang lebih suka jika sang pemilik toko tidak banyak bicara. Lalu, bagaimana cara menyikapinya?

Pertama, kenali kondisi pembeli. Apakah ia tipe pembeli yang senang diajak banyak bicara atau sebaliknya. Caranya? Sapalah dengan ramah pembeli tersebut. Lihatlah reaksinya, apakah pembeli nampak senang dengan sapaan Anda yang ramah itu, atau biasa-biasa saja.

Jika wajahnya nampak biasa-biasa saja atau bahkan dalam kondisi terburu-buru, ini pertanda bahwa sang pembeli sedang dalam kondisi tidak ingin banyak bicara. Untuk menghadapi pembeli yang sedang tidak ingin banyak bicara, Anda sebaiknya tidak banyak bicara, tetapi tetap tersenyum tulus. Karena tersenyum tulus ini memberikan banyak arti, khususnya mengajak sang pembeli untuk merasakan keramahan Anda yang sepenuh hati.

Lalu bagaimana jika sang pembeli nampak senang dengan sapaan Anda yang ramah? Ini berarti Anda bisa melanjutkan obrolan Anda ke tahap kedua.

Tahap kedua, bicarakan hal yang berhubungan dengan ‘barang’ yang dibutuhkan pembeli tersebut. Anda bisa membicarakan manfaat ‘barang’ yang akan dibeli pembeli tersebut berikut pengalaman orang lain yang telah membelinya. Jika Anda juga pernah menggunakan alat tersebut, ceritakanlah. Karena pengalaman Anda menambah informasi sekaligus keyakinan pembeli akan manfaatnya. Jangan lupa berbagi tips berkaitan dengan barang tersebut.

Ketiga, selalu ucapkan terima kasih dengan tulus pada setiap pembeli. Ucapan terima kasih yang tulus ini adalah jembatan Anda dalam membina hubungan yang baik dengan pembeli sekaligus memberikan pelayanan yang terbaik, penuh ketulusan.

Selamat melangkah, ya!

Ainy Fauziyah, CPC
Leadership Motivator & Coach
Penulis Buku Best Seller ‘Dahsyatnya Kemauan’



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X