Kompas.com - 02/01/2013, 20:06 WIB
EditorHesti Pratiwi

KOMPAS.com - Tahun 2012 lalu bisa dikatakan sebagai tahun besar untuk seks. Mulai dari berita yang aneh, baik, dan buruk. Berikut beberapa kumpulan penelitian tentang seks yang ditemukan sepanjang tahun 2012 lalu.

1. Ukuran penis tidak pengaruhi kepuasan.
Bagi sebagian perempuan, ukuran mr. P bukanlah satu-satunya cara untuk meningkatkan kepuasan saat bercinta. Dalam riset yang ada dalam artikel Penis size: Survey of Female Perceptions of Sexual Satisfaction, jika ditanya mana yang lebih penting dalam memengaruhi kepuasan hubungan (apakah panjang atau lebar penis), mayoritas perempuan ternyata memilih lebarnya. Sayangnya, hasil survei Psychology Today terhadap 1.500 pembacanya, pria justru lebih peduli pada panjang penisnya. Ini sangat disayangkan karena sebenarnya bagi perempuan yang paling dipentingkan adalah kebersihan si Mr. P.

2. Tidur lebih berharga daripada bercinta

Menurut penelitian yang dilakukan oleh Gazelle.com, dari 1000 orang responden ternyata 61 persen lebih memilih untuk tidur malam lebih lama dibandingkan dengan bercinta. Hal ini berlaku pada pasangan yang sama-sama berkarier sehingga saat malam hari mereka sudah sama-sama kelelahan.

3. Lebih baik tak bercinta daripada pergi tanpa ponsel.
Penemuan mengejutkan tentang seks juga diungkapkan situs Gazelle.com. Situs ini melakukan penelitian terhadap 1000 orang dan hasilnya, 15 persen responden memilih untuk tidak bercinta daripada tidak membawa ponsel pintar mereka saat bepergian. Selain itu, empat persen lainnya merasa bahwa mereka bisa bercinta sekaligus menggunakan ponsel mereka.

4. Semen jadi "mood booster" saat bercinta

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh SUNY Albany, mengungkapkan fakta yang cukup mengejutkan. Peneliti Gordon Gallup, Rebecca Burch, dan Steven Platek melakukan survei terhadap 293 perempuan tentang kehidupan seks dan suasana hati mereka.

Dari survei ini mereka menemukan bahwa perempuan yang melakukan seks tanpa kondom ternyata menunjukkan gejala depresi yang lebih sedikit dan suasana hati yang lebih menyenangkan dibanding perempuan yang selalu menggunakan kondom saat bercinta. Ternyata, semua perubahan suasana hati dan kepuasan ini tergantung pada si miss V. Saat bercinta, semen atau air mani yang dikeluarkan pria akan diserap vagina. Hal ini akan membuat vagina jadi lebih rileks dan merangsang keluarnya hormon Oksitosin, Endorfin dan Serotonin yang membuat suasana hati jadi lebih tenang.

5. Pelukan membuat pria lebih setia.

Hormon Oksitosin dijuluki sebagai hormon berpelukan atau hormon kepercayaan. Hormon ini merupakan bahan kimia yang dilepaskan otak yang dilepaskan saat berpelukan. Hormon ini membuat Anda merasa dekat satu sama lain.

Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Neuroscience mengungkapkan bahwa saat pria diberi semprotan nasal spray Oksitosin kemungkinan kecil mereka akan menjaga jarak dari perempuan lain dan lebih setia.

6. Sering ngomel buat Anda jarang bercinta
Terlalu sering ngomel dan cerewet pada pasangan bisa berbahaya bagi hubungan Anda. Sebuah survei yang dilakukan YourTango.com mengungkapkan bahwa 60 persen laki-laki dan 44 persen perempuan menganggap omelan dan cerewet sebagai masalah dalam hubungan mereka dan berakibat pada berkurangnya frekuensi seks.

Menurut survei ini, omelan biasanya punya alasan utama seperti membutuhkan perhatian lebih pasangan, meminta pasangan untuk membantu pekerjaan rumah, dan meminta pasangan untuk menjemput Anda. Menarikanya, laki-laki dan perempuan mengatakan mereka punya alasan yang berbeda untuk ngomel. Pria mengungkapkan bahwa ngomel ini adalah kebiasaan mereka, sedangkan perempuan lebih cerewet untuk melampiaskan frustasi.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.