Kenapa Orang Sehat Bisa Kena Stroke?

Kompas.com - 15/01/2013, 14:33 WIB
EditorAsep Candra

KOMPAS.com  Saat Anda berpikir mengenai pasien stroke pada umumnya, Anda langsung teringat pada seseorang yang berusia lanjut, kelebihan berat badan, malas berolahraga, dan perokok.

Andrew Marr, penyiar BBC yang mengalami stroke di usia 50-an, tidak memenuhi kategori itu. Ia dikenal sebagai pria yang memiliki gaya hidup sehat dan rajin berolahraga lari.

Usia adalah salah satu faktor risiko terbesar dari penyakit stroke, tetapi stroke ternyata tak pandang bulu. Siapa pun dan pada usia berapa pun bisa terserang serangan mematikan ini.

Data di Inggris menyebutkan, lebih dari 150.000 orang terserang stroke setiap tahun dan seperempat dari mereka berusia di bawah 65 tahun. Bahkan, ada pula kasus stroke pada usia kanak-kanak.

Para ahli menduga, gaya hidup tidak sehat dapat meningkatkan peluang terkena stroke. Merokok, kelebihan lemak di perut, dan terlalu banyak mengonsumsi alkohol tidak serta-merta mengakibatkan stroke dalam waktu singkat. Namun, faktor-faktor tersebut secara perlahan-lahan akan meningkatkan risiko stroke seumur hidup. Namun, ada penyebab lain mengapa stroke juga dapat menyerang mereka yang berusia muda dan sehat.

Kelainan saat lahir

Stroke menyebabkan otak mengalami kekurangan oksigen ketika aliran darah terhenti, baik karena penyumbatan (stroke ischaemic) maupun akibat ledakan pembuluh darah di otak (stroke haemmorrhagic). Sekitar 80 persen stroke disebabkan oleh penyumbatan darah, tetapi stroke jenis apa yang menimpa Andrew Marr sejauh ini belum diketahui.

Namun, jika melihat kasus yang menimpa di bawah usia 65, stroke haemorrhagic menjadi lebih umum. Stroke tipe ini dapat diakibatkan kelainan dalam pembuluh darah yang sudah ada sejak lahir. Bom waktu di otak ini dapat meledak setiap saat.

Salah satu contoh adalah kelainan bentuk pembuluh arteri (arteriovenous malformation/AVM), di mana arteri terhubung langsung ke pembuluh darah vena yang berarti tekanan di dalam pembuluh darah terlalu besar untuk diatasi oleh tubuh. Akibatnya, otak akan mengalami pendarahan.

Pada mereka yang masih berusia muda, kenaikan tekanan darah yang terlewat tinggi juga merupakan salah satu faktor dari stroke, terutama pada mereka yang menderita hipertensi. Bahkan, kondisi stres yang memicu melonjaknya tensi juga dapat memicu stroke. Selain itu, ada pula beragam bukti mengenai dampak konsumsi kopi dalam jumlah terlalu banyak.

Detak jantung yang tidak teratur atau atrial fibrillation juga mengakibatkan stroke ischaemic. Sebagian jantung berdetak begitu cepat sehingga organ ini berhenti bekerja sebagai pompa. Darah berkumpul di dalam jantung, yang dapat tersumbat, mengalir ke otak, dan menyebabkan stroke.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X