Kompas.com - 19/01/2013, 09:52 WIB
Editorwawa

KOMPAS.com - Indera pengecap pesat perkembangannya di masa bayi dan penting untuk terus berkembang. Karena dengan pengecapan yang baik, seseorang bisa merasakan aneka rasa, dari manis, pahit, asin, hingga kombinasinya seperti: sepat dan getir.

Pada bayi, indera pengecap akan memengaruhi selera makannya kelak. Bayangkan jika pengetahuan rasanya minim, bisa jadi dia akan sulit membedakan aneka rasa, yang ujung-ujungnya membuatnya sulit untuk memiliki selera makan, yang selanjutnya memengaruhi pola makanya di masa mendatang. Dari sini jelaslah, jika saat balita atau anak, ada yang hanya suka terhadap makanan tertentu, misal makanan manis saja, bisa jadi dia adalah anak yang minim pengetahuan mengenai rasa.

Stimulasi indera pengecap diperlukan bukan hanya untuk mengenalkan aneka rasa, tetapi juga agar otak bayi berkembang optimal. Stimulasi akan menghubungkan antara satu saraf ke saraf lain pada jaringan otak, sehingga jika tidak ada rangsangan/stimullasi, jaringan otak jadi mengecil akibat menurunnya jaringan fungsi otak. Oleh karena itu, agar fungsi otak berkembang, kita perlu memberikan banyak stimulasi pada si kecil.

Apa stimulasinya? Tidak sulit. Mulailah dengan memberikan ASI sejak si kecil lahir. Selanjutnya, tahap pengenalan aneka rasa dimulai saat bayi diperkenalkan dengan makanan pendamping ASI (MPASI).

Sebaiknya dimulai dari rasa manis yang paling disukai, bisa didapat dari buah-buahan, seperti pisang dan pepaya, juga dari bubur susu. Selanjutnya, rasa asin dapat diperkenalkan saat memberikannya nasi tim, tetapi rasa asinnya sedikit saja. Sedangkan rasa asam diberikan setelah melewati masa bayi, karena rasa asam cenderung berisiko terhadap pencernaan bayi. Untuk rasa pahit biasanya diperkenalkan melalui pemberian obat.

Satu hal yang harus diperhatikan dalam mengenalkan rasa pada bayi adalah makanan yang diberikan hendaknya merupakan makanan khusus bayi. Jadi, perhatikan selalu usianya. Untuk mengenalkan rasa asin pada keju sebaiknya mulai satu tahun ke atas. Demikian juga untuk mengenalkan rasa bumbu. Tujuannya agar tidak mengganggu pencernaan bayi, selain juga agar bayi bisa mengenal tahapan rasa dengan baik.

(Tabloid Nakita/Gazali Solahuddin)

 



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X