Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - Diperbarui 29/08/2022, 07:59 WIB

KOMPAS.com - Makan enak, jarang olahraga, cepat bikin berat badan naik. Lucunya, ketika ingin menurunkan berat badan, kita pun ingin cara yang enak.

Kalau bisa, tak usah diet ketat dan tak perlu olahraga. Tapi, mana mungkin? Mungkin saja.

Dr Caroline Apovian, yang adalah pencipta program The Overnight Diet pernah menjelaskan, seseorang bisa menurunkan sekitar sekitar empat kilogram dalam seminggu ketika sedang tidur.

Baca juga: Penurunan Berat Badan Bisa Gagal Tanpa Adanya Dukungan Sosial

Asyiknya lagi, kita masih bisa menikmati makanan kesukaan sepanjang program ini berjalan.

Meskipun namanya Overnight Diet, program ini tidak diciptakan dalam semalam. Dibutuhkan waktu 25 tahun untuk mempersiapkan dan menguji coba program perencanaan makan ini.

Diet dibagi dalam dua bagian

Untuk satu hari dalam setiap minggu kita tidak makan dulu, dan sebagai gantinya mengonsumsi tiga smoothies yang diperkaya nutrisi.

Minuman ini membantu mempercepat penurunan berat badan, dan dirancang untuk mengurangi produksi hormon insulin (yang menyebabkan lemak tersimpan di area perut) secara dramatis ketika tidur malam.

Insulin adalah hormon yang dihasilkan di pankreas, kelenjar yang terletak di belakang perut kita. Hormon ini membantu tubuh menggunakan glukosa (gula) untuk energi.

Dengan kata lain, smoothies tersebut disiapkan untuk membakar lemak di area perut dan pinggul.

Selain itu, ketika produksi insulin berkurang, kelebihan air dalam tubuh juga terbuang.

Kemudian, untuk enam hari lainnya kita mengikuti program makanan sehat.

Baca juga: Riset Buktikan, Operasi Penurunan Berat Badan Turunkan Risiko Kanker

Progam ini berpusat pada penyediaan protein tanpa lemak (daging sapi, ikan, telur) untuk memberi makan otot-otot, dan memberi energi pada tubuh.

Dengan demikian kita tetap berada dalam moda pembakaran lemak.

Selama hari-hari tersebut kita diperbolehkan makan buah-buahan dan sayuran yang kadar karbohidrat dan kalorinya rendah sebanyak yang kita suka.

Makanan tersebut seperti brokoli, kubis, wortel, bayam, mentimun, buncis, dan lain-lainnya.

Kita juga bisa menikmati dua porsi yogurt rendah lemak, susu tanpa lemak atau keju, dan tiga porsi kecil makanan jenis serealia.

Lalu, 100 gr sayuran berkarbohidrat seperti kentang, dan empat sendok makan alpukat, minyak zaitun, mayones rendah lemak, kacang-kacangan, atau biji-bijian.

Kita juga boleh minum kopi, atau teh dalam program ini.

Baca juga: 5 Kebiasaan Makan Buruk yang Bisa Ganggu Penurunan Berat Badan

Setelah satu minggu, siklus tujuh hari ini dimulai lagi dengan satu hari hanya mengonsumsi smoothies.

Tujuannya untuk memeroleh kembali proses pembakaran lemak dan memicu penurunan berat badan dalam semalam.

 

Tidak membuang otot

ilustrasi program dietPEXELS/PIXABAY ilustrasi program diet
Kunci keberhasilan diet ini adalah karena program dirancang secara khusus untuk melindungi otot-otot agar tidak terbuang sia-sia saat mengurangi porsi makan.

Faktanya, kita akan kehilangan otot seiring bertambahnya usia -sekitar 1 persen setiap tahun sejak usia 30-. Lalu, berdiet akan memperparah kondisi tersebut.

Ketika tubuh mendeteksi pengurangan asupan makanan dalam jumlah besar, tubuh akan segera bergantung pada otot untuk mendapatkan pasokan energi.

Tubuh  mungkin menjadi lebih kurus, tapi juga lebih lemah dan menggelambir.

Baca juga: Trik Penurunan Berat Badan yang Sering Diabaikan

Kemudian ketika kita menghentikan diet, berat badan akan kembali naik - ini terjadi pada 95 persen pelaku diet- yang mendapatkan bobot dalam bentuk lemak, bukan otot.

Jumlah otot kering pada tubuh juga merupakan salah satu kunci yang memengaruhi tingkat metabolisme - yakni seberapa cepat kita membakar kalori.

Makin banyak otot kering yang kita miliki, semakin baik tubuh dalam membakar energi. Sebaliknya, semakin sedikit otot kering, semakin lambat metabolisme tubuh. 

"Penggantian nutrisi yang kurang baik dari banyak diet bisa memicu tubuh untuk menggerus otot untuk energi," kata Dr Apovian kala itu.

"Kita kehilangan berat badan, tapi otot-otot melemah dan tingkat metabolisme melambat."

Proses ini disebut "sindrom penyusutan otot" dan itulah alasan utama mengapa banyak diet yang gagal.

Baca juga: Simak, Tips Penurunan Berat Badan bagi Pria

Nah, Overnight Diet ini diyakini bekerja dengan metode yang berbeda karena sudah didesain untuk mempertahankan otot-otot sambil memberantas bagian yang menggelambir.

Dengan cara tersebut, pasien biasanya turun empat kilogram dalam minggu pertama -dan setiap minggu setelahnya- tanpa harus merasa kelaparan atau ngidam makanan tertentu.

Bagaimana? Berminat mencobanya?

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.