Kompas.com - 02/04/2013, 19:20 WIB
EditorDini

KOMPAS.com - Bagi pasangan suami-isteri, hubungan seks merupakan aktivitas yang dapat dilakukan sesuai keinginan, meskipun keinginan itu hanya datang dari satu pihak. Bila salah satu dari pasangan menginginkan hubungan seks, maka pasangannya seolah diwajibkan menuruti kemauan tersebut.

Akan tetapi berdasarkan sebuah penelitian baru, hubungan seks yang ditunda justru menghasilkan hubungan yang lebih memuaskan dan stabil di kemudian hari. Sedangkan pasangan yang berhubungan seks dengan hasrat terburu-buru akan memberikan efek buruk bagi hubungan mereka.

"Pasangan melakukan hubungan bercinta yang terburu-buru tidak akan menghasilkan hubungan yang baik dalam keluarga Anda. Agar tercipta kompromi dan kesepakatan satu sama lain dalam melakukan hubungan seks, dibutuhkan komunikasi dua arah bagi masing-masing pasangan. Setelah itu, maka harmonisasi dalam berhubungan akan didapatkan," ungkap peneliti Dean Busby, dari Brigham Young University's School of Family Life.

Penelitian ini meliputi beberapa isu mengenai kestabilan sebuah hubungan jika diukur dari kehidupan seksual pasangan.

Hubungan seks dirasa begitu rumit
Penelitian terdahulu menemukan dua paradigma yang berbeda antara hubungan seks dengan kualitas hubungan berpasangan. Seks dianggap penting untuk perkembangan hubungan karena memungkinkan pasangan untuk menilai kompatibilitas seksual mereka. Sedangkan pasangan yang sengaja memberikan waktu khusus atau menunda kegiatan hubungan seks mereka, memungkinkan terjadinya komunikasi dan proses sosial lainnya yang menjadi dasar ketertarikan satu sama lain.

Pada dasarnya, seks yang terburu-buru dapat menghancurkan sebuah hubungan, karena aktivitas itu jauh dari komunikasi. Padahal seharusnya hubungan seks bisa menjadi titik balik positif dalam sebuah hubungan, meningkatkan pemahaman, komitmen, kepercayaan, dan rasa aman.

Nah, ketika komitmen dan ekspresi perasaan menjadi rendah, hubungan seks lebih cenderung dilihat sebagai peristiwa negatif, membangkitkan penyesalan, ketidakpastian, dan ketidaknyamanan.

Saat seks datang terburu-buru
Dalam studi baru, Busby dan timnya berusaha mengamati secara khusus waktu yang tepat dalam hubungan seksual. Mereka mensurvei 2.035 pasangan menikah yang berusia rata-rata 36 tahun. Peserta survei diminta menjawab beberapa pertanyaan, seperti seberapa baik mereka bisa mengekspresikan empati dan pemahaman terhadap pasangan, seberapa baik mereka bisa mengirim pesan yang jelas kepada pasangan, dan berbagai pertanyaan lain.

Dari situ ditemukan jawaban, bahwa pasangan yang menunda hubungan seks hingga waktu yang tepat ternyata meraih kepuasan hubungan 22 persen lebih tinggi, kualitas seksual yang 15 persen lebih baik, serta komunikasi yang 12 persen lebih baik.

"Pasangan yang menunggu melakukan hubungan seks pada waktu yang tepat, dipercaya mereka akan menghasilkan komunikasi yang baik dan berbagi nilai-nilai hidup yang sama untuk keharmonisan hubungan mereka," kata Busby.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X